Tukang Cukur Tidak Ada Atau Asmaul Husna Tidak Ada? | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Alkisah, seorang tukang cukur menyampaikan ketidak percayaannya tentang Allah dengan segala Asmaul Husna-Nya kepada pelanggannya. Pelanggan bertanya, “Apa alasannya?” Tukang cukur itu menggambarkan rasa sakit, kemiskinan, dan penderitaan yang harus dijalani oleh orang-orang di mana-mana. Ia berpendapat, “Jika Allah itu ada, yang penuh kasih dan perkasa, yang mengurus makhluk-Nya seharusnya Dia menghapus penderitaan itu dari makhluk-Nya.”
Setelah rambutnya dipotong, pelanggannya keluar dari tempat cukur itu. Di jalan, ia melihat seorang gila dengan rambut panjang dan kotor, serta jenggot yang acak-acakan. Pelanggan itu kembali ke salon dan berkata kepada tukang cukur, “Sekarang saya yakin bahwa tidak ada tukang cukur di sini.” “Hei, mengapa kau katakan seperti itu? Aku masih di sini.” Tukang cukur sewot. Sembari menunjuk ke orang gila itu, pelanggan berkata, “Jika ada seorang tukang cukur di sini, bagaimana bisa ada pria yang memiliki rambut panjang, kotor, jelek seperti itu?” Tukang cukur membela, “Saya tukang cukur terbaik di kota ini. Ada beberapa tukang cukur di jalan-jalan lainnya. Orang yang gila itu tidak datang ke salah satu dari kami untuk memotong rambut. Itu bukan kesalahan kami.”
Pelanggan itu berkata, “Nah, itu benar. Sama seperti tukang cukur, Allah juga ada. Masalahnya adalah orang-orang seperti Anda tidak pernah mencari-Nya dan menolak untuk bertemu dengan-Nya, dan mencari berkat-Nya. Itulah mengapa Anda menemukan begitu banyak kesedihan dan penderitaan. Bukan Allah tidak ada, tapi manusia menolak mendekat, tidak mau mengingat, enggan beribadah kepada Allah.” Tukang cukur menelan ludah sambil membelalakkan mata. Terbisu sejenak. Beberapa jurus kemudian, tukang cukur menyanggah, “Faktanya, orang-orang yang beribadah kepada Allah juga terkena problem, sakit, bencana, sedih, repot, mati, hina, dan lain-lain.” Pelanggan itu menjawab, “Anda juga kan? Bedanya, segala masalah sekecil apapun yang dialami penghamba Allah berbuah indah di kehidupan kedua. Sedangkan Anda justru tersiksa selama-lamanya, tidak hanya di dunia.”





Post a Comment