Header Ads

Apa yang Harus Ada Dalam Akal Saat Ber-Asmaul-Husna? | Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Al-'Asymawiyy | Asmaul Husna Universe


وَأَنَا أَذْكُرُ لِهٰذَا الْمَعْنَى مِثَالًا، وَهُوَ أَنَّ مَنْ أَرَادَ أَنْ يَقُولَ فِي تَحْرِيمَةِ صَلَاتِهِ (اللَّهُ أَكْبَرُ)، فَإِنَّهُ يَجِبُ أَنْ يَسْتَحْضِرَ فِي النِّيَّةِ جَمِيعَ مَا أَمْكَنَهُ، مِنْ مَعْرِفَةِ آثَارِ حِكْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى فِي تَخْلِيقِ نَفْسِهِ وَبَدَنِهِ وَقُوَاهُ الْعَقْلِيَّةِ وَالْحِسِّيَّةِ أَوِ الْحَرَكِيَّةِ، ثُمَّ يَتَعَدَّى مِنْ نَفْسِهِ إِلَى اسْتِحْضَارِ آثَارِ حِكْمَةِ اللَّهِ فِي تَخْلِيقِ جَمِيعِ النَّاسِ، وَجَمِيعِ الْحَيَوَانَاتِ، وَجَمِيعِ أَصْنَافِ النَّبَاتِ وَالْمَعَادِنِ، وَالْآثَارِ الْعُلْوِيَّةِ مِنَ الرَّعْدِ وَالْبَرْقِ وَالصَّوَاعِقِ الَّتِي تُوجَدُ فِي كُلِّ أَطْرَافِ الْعَالَمِ، ثُمَّ يَسْتَحْضِرُ آثَارَ قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى فِي تَخْلِيقِ الْأَرَضِينَ وَالْجِبَالِ وَالْبِحَارِ وَالْمَفَاوِزِ، ثُمَّ يَسْتَحْضِرُ آثَارَ قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى فِي تَخْلِيقِ طَبَقَاتِ الْعَنَاصِرِ السُّفْلِيَّةِ وَالْعُلْوِيَّةِ، ثُمَّ يَسْتَحْضِرُ آثَارَ قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى فِي تَخْلِيقِ أَطْبَاقِ السَّمَاوَاتِ عَلَى سَعَتِهَا وَعِظَمِهَا، وَفِي تَخْلِيقِ أَجْرَامِ النَّيِّرَاتِ مِنَ الثَّوَابِتِ وَالسَّيَّارَاتِ، ثُمَّ يَسْتَحْضِرُ آثَارَ قُدْرَتِهِ فِي تَخْلِيقِ الْكُرْسِيِّ وَسِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، ثُمَّ يَسْتَحْضِرُ آثَارَ قُدْرَتِهِ فِي تَخْلِيقِ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْمُحِيطِ بِكُلِّ هٰذِهِ الْمَوْجُودَاتِ، ثُمَّ يَسْتَحْضِرُ آثَارَ قُدْرَتِهِ فِي تَخْلِيقِ الْمَلَائِكَةِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِيِّ وَجُنُودِ عَالَمِ الرُّوحَانِيَّاتِ، فَلَا يَزَالُ يَسْتَحْضِرُ مِنْ هٰذِهِ الدَّرَجَاتِ وَالْمَرَاتِبِ أَقْصَى مَا يَصِلُ إِلَيْهِ فَهْمُهُ وَعَقْلُهُ وَذِكْرُهُ وَخَاطِرُهُ وَخَيَالُهُ، ثُمَّ عِنْدَ اسْتِحْضَارِ جَمِيعِ هٰذِهِ الرُّوحَانِيَّاتِ وَالْجِسْمَانِيَّاتِ، عَلَى تَفَاوُتِ دَرَجَاتِهَا وَتَبَايُنِ مَنَازِلِهَا وَمَرَاتِبِهَا، يَقُولُ: (اللَّهُ أَكْبَرُ)، وَيُشِيرُ بِقَوْلِهِ: (اللَّهُ) إِلَى الْمَوْجُودِ الَّذِي خَلَقَ هٰذِهِ الْأَشْيَاءَ، وَأَخْرَجَهَا مِنَ الْعَدَمِ إِلَى الْوُجُودِ، وَرَتَّبَهَا بِمَا لَهَا مِنَ الصِّفَاتِ وَالنُّعُوتِ، وَبِقَوْلِهِ: (أَكْبَرُ)، أَيْ: أَنَّهُ لَا يُشْبِهُ لِكِبْرِيَائِهِ وَجَبَرُوتِهِ وَعِزِّهِ وَعُلُوِّهِ وَصَمَدِيَّتِهِ هٰذِهِ الْأَشْيَاءَ، بَلْ هُوَ أَكْبَرُ مِنْ أَنْ يُقَالَ: إِنَّهُ أَكْبَرُ مِنْ هٰذِهِ الْأَشْيَاءِ. فَإِذَا عَرَفْتَ هٰذَا الْمِثَالَ الْوَاحِدَ؛ فَقِسِ الذِّكْرَ الْحَاصِلَ مَعَ الْعِرْفَانِ وَالشُّعُورِ، وَعِنْدَ هٰذَا يَنْفَتِحُ عَلَى عَقْلِكَ نَسَمَةٌ مِنَ الْأَسْرَارِ الْمُودَعَةِ تَحْتَ قَوْلِهِ: {وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا}". اِنْتَهَى.

Dan aku menyebutkan untuk makna ini sebuah contoh, yaitu bahwa orang yang hendak mengucapkan dalam takbiratul ihram shalatnya (Allahu Akbar), maka sesungguhnya ia wajib menghadirkan dalam niat seluruh apa yang ia mampu dari pengetahuan tentang atsar hikmah Allah Ta‘ala dalam penciptaan dirinya, tubuhnya, serta kekuatan-kekuatan akal dan inderawinya ataupun geraknya; kemudian ia melampaui dari dirinya kepada menghadirkan atsar hikmah Allah dalam penciptaan seluruh manusia, seluruh hewan, seluruh jenis tumbuhan dan mineral, serta fenomena-fenomena langit berupa petir, kilat, dan halilintar yang terdapat di seluruh penjuru alam; kemudian ia menghadirkan atsar qudrah Allah Ta‘ala dalam penciptaan bumi-bumi, gunung-gunung, lautan, dan padang-padang luas; kemudian ia menghadirkan atsar qudrah Allah Ta‘ala dalam penciptaan lapisan-lapisan unsur-unsur bawah dan atas; kemudian ia menghadirkan atsar qudrah Allah Ta‘ala dalam penciptaan lapisan-lapisan langit dengan keluasan dan kebesarannya, serta dalam penciptaan benda-benda bercahaya dari bintang-bintang tetap dan yang beredar; kemudian ia menghadirkan atsar qudrah-Nya dalam penciptaan Kursiyy dan Sidrah Al-Muntaha; kemudian ia menghadirkan atsar qudrah-Nya dalam penciptaan ‘Arsy yang agung yang meliputi seluruh maujudat ini; kemudian ia menghadirkan atsar qudrah-Nya dalam penciptaan para malaikat dari para pemikul ‘Arsy dan Kursiyy serta bala tentara alam ruhani; maka ia terus-menerus menghadirkan dari tingkatan-tingkatan dan martabat-martabat ini sejauh yang dapat dicapai oleh pemahaman, akal, ingatan, lintasan hati, dan khayalnya; kemudian ketika menghadirkan seluruh perkara ruhani dan jasmani ini, dengan perbedaan derajat dan tingkatan serta martabatnya, ia berkata, (Allahu Akbar), dan ia menunjuk dengan ucapannya (Allah) kepada Dzat Yang Maujud yang menciptakan segala sesuatu ini, mengeluarkannya dari ketiadaan kepada keberadaan, serta menatanya dengan sifat-sifat dan ciri-cirinya; dan dengan ucapannya (Akbar), yakni bahwa sesungguhnya Dia tidak diserupai oleh kebesaran, keperkasaan, kemuliaan, ketinggian, dan kesamadaniyyah-Nya oleh segala sesuatu ini, bahkan Dia lebih besar daripada dikatakan bahwa Dia lebih besar dari segala sesuatu ini. Maka apabila engkau telah mengetahui satu contoh ini, maka ukurlah dzikir yang terjadi bersama ma‘rifat dan kesadaran; dan pada saat itulah akan terbuka bagi akalmu hembusan dari rahasia-rahasia yang tersimpan di bawah firman-Nya, "Dan milik Allah nama-nama yang paling indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu" [QS. Al-A‘raf: 180]. Selesai. https://www.facebook.com/Dr.Mohamed.Ebrahim.Alashmawey/posts/890334646842169/




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.