Header Ads

Qaddim Ad-Dirayah 'ala Ar-Riwayah | K. H. Ali Mas'adi | PP. Roudlotun Nasyi'in

 



24/1/2026 RMI PCNU Kab. Mojokerto sukses menghelat Multaqo Sanad Internasional di PP. Roudlotun Nasyi'in. RMI PWNU Provinsi Jawa Timur saja belum pernah menyelenggarakan acara serupa. Sekira 300 ulama dari kalangan kyai-nyai dan gus-ning khidmat mengikuti ijazahan turats khas pondok pesantren. Nyai Hj. Thowilah mengijazahkan doa benteng ghaib. K. H. A. Muslich Abbas mengijazahkan wirid kaya tanpa kerja muttashil dari Sunan Giri. Syaikh Prof. Dr. Fadi Fuad ‘Alamuddin mengupas Urgensi Sanad dalam Menjaga Kemurnian Islam. Asy-Syaikh K. H. Ali Mas’adi bin Syarafuddin bin Sirajuddin mengijazahkan 14 kitab klasik Aswaja. Pengasuh PP. Darul Hikmah Sawahan, Mojosari, Mojokerto merupakan katib (sekretaris) sekaligus murid kinasih Musnidud-Dunya Asy-Syaikh Muhammad Yasin Al-Fadaniyy.


Al-Musnid K. H. Ali Mas’adi mengungkapkan, “Kebanyakan para masyayikh fokus dirayah (studi matan) karena umat lebih butuh. Ada adagium, “Qaddim Ad-Dirayah ‘ala Ar-Riwayah.” Bukan berarti tidak peduli riwayah. Bahkan sebagian ulama memperbolehkan riwayah meski tidak paham substansi riwayah. Sebab kalau syarat meriwayatkan adalah paham maka tidak akan ada yang jadi periwayat. Bahkan ada pula ulama yang ketika mengijazahkan secara ‘ammah-muthlaqah saja, tidak usah bi syarth al-mu’tabar.”


Al-Mursyid K. H. Ali Mas’adi mengisahkan, “Sosok Syaikh Yasin Al-Fadaniyy sangat biasa sekali. Beliau ke pasar pakai kaos oblong dengan sorban ditaruh di bahu. Beliau sangat menghormat santri beliau diantaranya yakni beliau memasak sendiri untuk hidangan santri dan menyuguhkannya. Ketika beliau sedang fokus-fokusnya dengan ilmu maka beliau tidak menyentuh sedikitpun masakan istri beliau. Guru-guru beliau sekira 700 ulama, tidak semua saya pernah temui, hanya sekira 400-an guru saja.”


Al-Mujiz K. H. Ali Mas’adi dalam momen ini mengijazahkan kepada seluruh hadirin-hadirat empat riwayat hadits musalsal dari guru utama beliau. Empat hadits tersebut ialah musalsal bi al-awwaliyyah, musalsal bi al-mahabbah, musalsal bi talqin kalimat La ilaha illAllah, dan musalsal bi khatm al-majlis bi ad-du’a`. Keempat hadits ini ada dalam magnum opus Syaikh Yasin Padang bidang hadits yang bertajuk Al-’Ujalah fi Al-Ahadits Al-Musalsalah.


Al-Mu’ammar K. H. Ali Mas’adi membaca satu persatu athraf ke-14 korpus legendaris diakhiri dengan Al-Fatihah bersama-sama. Ihya` 'Ulumiddin, Nashaihul-'Ibad, Jam'ul-Jawami', Tafsir Jalalain, Safinatun-Najah, Fathul-Qarib, Fathul-Mu'in, Minhajuth-Thalibin, 'Aqidatul-'Awamm, Kifayatul-'Awamm, Jurumiyyah, Alfiyah Ibnu Malik, Bulughul-Maram dan Riyadhush-Shalihin. Seluruh hadirin-hadirat menerima ijazah dengan qabilna. Wajah bahagia terlihat pasca proses ijazahan tersebut. Dengan itu semua peserta berhak menisbatkan diri sebagai pemegang sanad muttashil.


Nyamuk pers: Al-Faqir H. Brilly El-Rasheed, M.Pd.





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.