Header Ads

Sejak Kapan Allah Punya Asmaul Husna Padahal Bahasa Manusia Baru Ada Sejak Adam? | Brilly El-Rasheed | 082140888638



Allah bernama Allah adalah dalam bahasa ‘Arab. Kita sebagai umat Nabi Muhammad beribadah kepada Allah melalui bahasa ‘Arab. Muslim baru terdakwa bukan penyembah Allah (alias auto pindah server) manakala merasa menyembah Allah tapi Allah yang dimaksud bukan Allah yang dimaksud Nabi Muhammad. Sejak kapan Allah bernama Allah? Sejak sebelum Dia menuliskan taqdir makhluq termasuk taqdir bahasa.

Sayyid Abu Bakr Syatha menjelaskan,

(قولـه: ولم يسم به غيره) أي بل سمى نفسه به قبل أن يعرفه لخلقه، ثم أنزلـه على آدم ليعرفه لـهم. ويدل لذلك قولـه تعالى: {هل تعلم لـه سميا} أي هل تعلم أن أحداً غير اللـه تسمى بهذا الاسم؟. والاستفام للإنكار.

(Qauluhu, dan selain Allah tidak dinamakan dengan nama Allah) yakni Allah menamakan dirinya sendiri dengan nama Allah sebelum memperkenalkannya pada makhluknya, lalu baru Allah menurunkannya kepada nabi Adam agar Adam memperkenalkan nama Allah kepada makhluq, dalilinya firman Allah Ta'ala, "apakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya ada seseorang selain Allah yang dinamai dengan nama ini? " dijawab tidak ada, istifham inkariyy. [I'anah Ath-Thalibin 17]

قال بعضهم: إن قول البصريين مبني على أن اللـه تسمى بأسماء من الأزل، وقول الكوفيين مبني على أن الأسماء من وضع البشر. والمذهب الأول أصح، وهو مذهب أهل السنة. والثاني مذهب أهل الاعتزال، لأنه يقتضي أنه سبحانه كان في الأزل بلا أسماء وصفات، فلما خلق الخلق جعلوا لـه ذلك، فإذا أفناهم بقي بلا أسماء وصفات. ورد هذا البناء العلامة الصبان في رسالة البسملة، فقال: ليس في المذهبين ما يقتضي هذا البناء، وذلك لأن جميع الأسماء ألفاظ، والألفاظ غير أزلية، بل هي حادثة باتفاق الجمهور من الفريقين. ولـهذا حمل قول من قال أسماء اللـه قديمة على المسامحة.

Berkata sebagian ulama, sesungguhnya pendapat ulama bashrah didasarkan pada bahwa sesungguhnya Allah membuat nama dengan nama namanya (sejak) azaliyy. Dan pendapat ulama Kufah didasarkan pada bahwa nama nama Allah adalah dibuat manusia, pendapat pertama adalah yang ashah (paling shahih) dan pendapat Ahlus Sunnah, sementara pendapat kedua pendapat yang dianut Mu’tazilah dari umat Islam, karena memiliki konsekuensi bahwasanya Allah pada zaman azaliyy tidak memiliki nama dan sifat, lalu ketika Allah menciptakan makhluq, mereka membuat nama untuk Allah, sehingga seandainya Allah meniadakan makhluq maka Allah akan tetap tidak memiliki nama dan sifat. Allah Lebih Tahu. [I'anah Ath-Thalibin 16]


Redaktur: H. Brilly Y. Will., S.Pd., M.Pd., C.Ed.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.