Header Ads

Sunnah Mahjurah (Terlupakan): Dzikir 24 Jam | Al-Qadhi 'Iyadh | 082140888638

 



Imam Al-Qadhi ‘Iyadh dalam Kitab Asy-Syifa` mengutip riwayat tentang prinsip hidup Nabi,

وَعَنْ عَلِيٍّ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - ، قَالَ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَنْ سُنَّتِهِ ، فَقَالَ : الْمَعْرِفَةُ رَأْسُمَالِي ، وَالْعَقْلُ أَصْلُ دِينِي ، وَالْحُبُّ أَسَاسِي ، وَالشَّوْقُ مَرْكَبِي ، وَذِكْرُ اللَّهِ أَنِيسِي ، وَالثِّقَةُ كَنْزِي ، وَالْحُزْنُ رَفِيقِي ، وَالْعِلْمُ سِلَاحِي ، وَالصَّبْرُ رِدَائِي ، وَالرِّضَا غَنِيمَتِي ، وَالْعَجْزُ فَخْرِي ، وَالزُّهْدُ حِرْفَتِي ، وَالْيَقِينُ قُوَّتِي ، وَالصِّدْقُ شَفِيعِي ، وَالطَّاعَةُ حَسْبِي ، وَالْجِهَادُ خُلُقِي ، وَقُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ . وَفِي حَدِيثٍ آخَرَ : وَثَمَرَةُ فُؤَادِي فِي ذِكْرِهِ ، وَغَمِّي لِأَجْلِ أُمَّتِي ، وَشَوْقِي إِلَى رَبِّي - عَزَّ وَجَلَّ - .

Dan dari ‘Aliyy - radhiyallahu 'anhu -, ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah - shallallahu 'alaihi wa sallam - tentang sunnah beliau, maka beliau bersabda, 'Makrifat adalah modal utamaku, akal adalah pondasi agamaku, cinta adalah dasarku, kerinduan adalah kendaraanku, dzikir kepada Allah adalah teman setiaku, kepercayaan adalah hartaku, kesedihan adalah temanku, ilmu adalah senjataku, kesabaran adalah jubahku, keridhaan adalah ghanimahku, ketidakberdayaan adalah kebanggaanku, zuhud adalah pekerjaanku, keyakinan adalah kekuatanku, kejujuran adalah pemberi syafaatku, ketaatan adalah cukup bagiku, jihad adalah akhlaqku, dan penyejuk mataku adalah dalam shalat." Dalam hadits lain, "Dan buah perasaanku ada dalam dzikir kepada-Nya, dan kesedihanku adalah karena umatku, dan kerinduanku kepada Tuhanku - 'Azza wa Jalla -."


Al-Qadhi 'Iyadh bukan ulama kaleng-kaleng. Beliau lebih paham Sunnah daripada 'ustadz-ustadz Sunnah'. Hadits ini cukup detail menjelaskan prinsip hidup Rasulullah yang wajib kita pegangi. Salah satu karakter Nabi Muhammad adalah 24 jam berdzikir. Walaupun sedang tidur, Rasul masih selalu mengingat Allah. Perilaku ini masuk akal. Bagaimana tidak, seorang pengagum bisa mengenang siapa yang dikaguminya sampai terbawa mimpi. Memori yang sudah terjejal penuh dengan Allah bisa tidak lagi memberi ruang untuk selain-Nya. Sangat wajar generasi Salaf mati-matian memenuhi labirin otak dengan impresi dzikir. Kebanyakan pious predecessor mengamalkan ribuan dzikir dan puluhan ribu wirid, .

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.