Resep Rendang Siwalan Ditemukan Ibu-ibu Desa Paciran Bersama UD. SBY Corporation
Siwalan adalah buah yang hanya bisa ditemukan di kawasan pantura. Buah yang dalam bahasa Jawa disebut ental ini merupakan identitas khas pesisir Lamongan. Desa Paciran termasuk salah satu pemasok buah pohon lontar ini. Borrasus flabellifer, nama ilmiah buah ini terbilang melimpah di wilayah dakwah Sunan Drajat dan Sunan Sendang ini. Masyarakat desa setempat memandang perlu untuk dilakukan inovasi agar buah sumber nira legen ini dapat dijual sebagai komiditi yang distingtif. Pemerintah Desa Paciran mengambil inisiatif untuk menggandeng UMKM UD. SBY Corporation membimbing bunda-bunda lokal menciptakan kreasi olahan dari buah siwalan atau ental ini.
Ditemukanlah resep rendang siwalan oleh sekira 35 emak-emak dari muda hingga tua di bawah arahan instruktur Ibu Hj. Iis Sumiarsih, S.M. dan Ibu Nunuk Indah Mayang Sari, S.Pd. Sejak 2017, Ibu Hj. Iis Sumiarsih, S.M. sudah menginstrukturi hampir 400 pelatihan di berbagai desa di daerah Kabupaten Lamongan. Seperti 'di luar prediksi BMKG' (Slang: di luar dugaan), ternyata buah sugar palm ini dapat dimasak menjadi rendang siwalan. Wajah-wajah puas terlihat dari para peserta dan pelatih serta Ibu Kades. Selama ini buah sea apple ini yang sudah berumur tua akan dijual dengan harga sangat murah atau bahkan dibuang karena teksturnya alot.
Tidak hanya resep unik tersebut, dalam acara pelatihan yang digelar di Balai Desa Paciran tersebut juga diajarkan oleh instruktur resep selai siwalan, bolu siwalan, dan siwalan squash. Keempat resep ini benar-benar mempesona karena tidak pernah terpikirkan. Selai siwalan hampir tidak pernah ditemukan di mall, bolu siwalan dan siwalan squash pun hampir tidak ada di menu restoran. Penemuan ini menginspirasi para wanita berhijab Desa Paciran untuk memproduksi dan menjual tidak hanya di lingkungan sekitar tapi hingga ke negara destinasi pejuang devisa.
Antusiasme para srikandi Desa Paciran dalam memasak ini mengingatkan kita akan inspirasi Asmaul Husna Al-Khaliq dan Al-Khallaq yang artinya Maha Pencipta atau The Creator dan The Supreme Creator. Semangat mereka juga membuat kita terkenang teladan Ummu Al-Mundzir pada zaman Rasulullah yang rajin memasak hingga menjadi penemu salah satu resep obat herbal. Berikut reportasenya,
مسند أحمد ٢٥٨٠٦: حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَعْصَعَةَ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ أَبِي يَعْقُوبَ عَنْ أُمِّ الْمُنْذِرِ بِنْتِ قَيْسٍ الْأَنْصَارِيَّةِ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ عَلِيٌّ وَعَلِيٌّ نَاقِهٌ مِنْ مَرَضٍ وَلَنَا دَوَالٍ مُعَلَّقَةٌ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ مِنْهَا وَقَامَ عَلِيٌّ يَأْكُلُ مِنْهَا فَطَفِقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِعَلِيٍّ مَهْ إِنَّكَ نَاقِهٌ حَتَّى كَفَّ قَالَتْ وَصَنَعْتُ شَعِيرًا وَسِلْقًا فَجِئْتُ بِهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَلِيٍّ مِنْ هَذَا أَصِبْ فَهُوَ أَنْفَعُ لَكَ
Musnad Ahmad 25806: Telah menceritakan kepada kami [Abu Amir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Ayyub bin Abdurrahman bin Sha'sha'ah] dari [Ya'qub bin Abu Ya'qub] dari [Ummi Mundzir binti Qais Al Anshariyah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangiku bersama 'Aliyy, sedangkan 'Aliyy baru sembuh dari penyakitnya. Ketika itu kami mempunyai tangkai-tangkai kurma yang belum matang yang kami gantungkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun berdiri dan memakannya, maka 'Aliyy pun ikut berdiri dan memakannya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda kepada 'Aliyy, "Hai, kamu baru saja sembuh!," (maksudnya jangan makan kurma karena baru saja sembuh-pnrj.) dia pun berhenti memakannya." Ummu Al-Mundzir berkata, "Aku lalu membuat (makanan dari) gandum dan ubi kemudian kuhidangkan kepada beliau." Ya'qub berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda kepada ''Aliyy, "Makanlah ini saja (gandum dan ubi), ini lebih bermanfaat bagi kamu (untuk resiliensi/sembuh-pnrj.)."
UD. SBY Corporation di bawah pimpinan Ibu Hj. Iis Sumiarsih, S.M. siap menerima permintaan pelatihan olahan pangan untuk masyarakat desa, dapat melalui whatsapp 08214088638 atau datang langsung ke kantor di Jl. Hayam Wuruk No. 1, RT. 03 RW. 05, Sukodadi, Lamongan. In sya Allah, berbagai resep anti mainstream siap.


Post a Comment