Header Ads

Alif Lam Mim Adalah Asmaul Husna Menurut Sebagian Ulama Manhaj Salaf | Imam As-Suyuthiyy | 082140888638

082140888638 Terjemah Kitab Asy-Syifa li Al-Qadhi 'Iyadh


الْقَوْلُ السَّادِسَ عَشَرَ : نَقَلَ الفخر الرازي عَنْ زين العابدين أَنَّهُ سَأَلَ اللَّهَ أَنْ يُعَلِّمَهُ الِاسْمَ الْأَعْظَمَ ، فَرَأَى فِي النَّوْمِ : هُوَ اللَّهُ اللَّهُ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ .

Pendapat keenam belas menyatakan bahwa Fakhr Ar-Raziyy menukil dari Zain Al-‘Abidin bahwa ia memohon kepada Allah agar diajarkan kepadanya nama Allah Yang Maha Agung, lalu ia melihat dalam mimpi, “Dia adalah Allah, Allah, Allah, Yang tidak ada tuhan selain Dia, Tuhan Pemilik ‘Arsy yang agung”;

الْقَوْلُ السَّابِعَ عَشَرَ : هُوَ مَخْفِيٌّ فِي الْأَسْمَاءِ الْحُسْنَى ، وَيُؤَيِّدُهُ حَدِيثُ عائشة الْمُتَقَدِّمُ لَمَّا دَعَتْ بِبَعْضِ الْأَسْمَاءِ الْحُسْنَى ، قَالَ : إِنَّهُ لَفِي الْأَسْمَاءِ الَّتِي دَعَوْتِ بِهَا .

Pendapat ketujuh belas menyatakan bahwa nama tersebut tersembunyi di dalam Asmaul Husna, dan pendapat ini dikuatkan oleh hadits ‘Aisyah yang telah disebutkan sebelumnya, ketika ia berdoa dengan sebagian Asmaul Husna, lalu Nabi bersabda, “Sesungguhnya ia terdapat pada nama-nama yang engkau gunakan untuk berdoa”;

الْقَوْلُ الثَّامِنَ عَشَرَ : إِنَّهُ كُلُّ اسْمٍ مِنْ أَسْمَائِهِ تَعَالَى دَعَا الْعَبْدُ بِهِ رَبَّهُ مُسْتَغْرِقًا بِحَيْثُ لَا يَكُونُ فِي فِكْرِهِ حَالَةَ إِذْ غَيْرُ اللَّهِ ؛ فَإِنَّ مَنْ دَعَا اللَّهَ تَعَالَى بِهَذِهِ الْحَالَةِ كَانَ قَرِيبَ الْإِجَابَةِ ، وَأَخْرَجَ أبو نعيم فِي الْحِلْيَةِ عَنْ أَبِي يَزِيدَ الْبَسْطَامِيِّ أَنَّهُ سَأَلَهُ رَجُلٌ عَنِ الِاسْمِ الْأَعْظَمِ فَقَالَ : لَيْسَ لَهُ حَدٌّ مَحْدُودٌ ، إِنَّمَا هُوَ فَرَاغُ قَلْبِكَ بِوَحْدَانِيَّتِهِ ، فَإِذَا كُنْتَ كَذَلِكَ فَافْزَعْ إِلَى أَيِّ اسْمٍ شِئْتَ ؛ [ ص: 476 ] فَإِنَّكَ تَسِيرُ بِهِ إِلَى الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، وَأَخْرَجَ أبو نعيم أَيْضًا عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ الدَّارَانِيِّ قَالَ : سَأَلْتُ بَعْضَ الْمَشَايِخِ عَنِ اسْمِ اللَّهِ الْأَعْظَمِ قَالَ : تَعْرِفُ قَلْبَكَ ؟ قُلْتُ : نَعَمْ ، قَالَ : فَإِذَا رَأَيْتَهُ قَدْ أَقْبَلَ وَرَقَّ فَسَلِ اللَّهَ حَاجَتَكَ ، فَذَاكَ اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ .  وَأَخْرَجَ أبو نعيم أَيْضًا عَنِ ابن الربيع السائح أَنَّ رَجُلًا قَالَ لَهُ : عَلِّمْنِي الِاسْمَ الْأَعْظَمَ ، فَقَالَ : اكْتُبْ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ، أَطِعِ اللَّهَ يُطِعْكَ كُلُّ شَيْءٍ .

Pendapat kedelapan belas menyatakan bahwa nama Allah Yang Maha Agung adalah setiap nama dari nama-nama-Nya Ta‘ala yang digunakan seorang hamba untuk berdoa kepada Tuhannya dalam keadaan tenggelam sepenuhnya, sehingga di dalam pikirannya tidak tersisa selain Allah, karena siapa yang berdoa kepada Allah Ta‘ala dalam keadaan seperti ini maka ia dekat dengan terkabulnya doa, dan Abu Nu‘aim meriwayatkan dalam Al-Hilyah dari Abu Yazid Al-Busthamiyy bahwa seorang laki-laki bertanya kepadanya tentang nama Allah Yang Maha Agung, lalu ia menjawab bahwa nama itu tidak memiliki batasan tertentu, melainkan pengosongan qalbumu dengan keesaan-Nya, maka apabila engkau telah seperti itu, bersegeralah berdoa dengan nama apa pun yang engkau kehendaki, karena dengan nama itu engkau dapat menempuh timur dan barat, dan Abu Nu‘aim juga meriwayatkan dari Abu Sulaiman Ad-Daraniyy bahwa ia bertanya kepada sebagian masyayikh tentang nama Allah Yang Maha Agung, lalu dijawab, “Apakah engkau mengenal qalbumu?”, ia menjawab, “Ya”, lalu dikatakan kepadanya, “Jika engkau melihat qalbumu telah menghadap dan menjadi lembut, maka mohonlah kepada Allah kebutuhanmu, itulah nama Allah Yang Maha Agung”, dan Abu Nu‘aim juga meriwayatkan dari Ibnu Ar-Rabi‘ As-Sa`ih bahwa ada seorang laki-laki berkata kepadanya, “Ajarkan kepadaku nama Allah Yang Maha Agung”, lalu ia menjawab, “Tulislah Bismillahirrahmanirrahim, taatilah Allah niscaya segala sesuatu akan menaatimu”;

الْقَوْلُ التَّاسِعَ عَشَرَ : ( اللَّهُمَّ ) حَكَاهُ الزركشي فِي شَرْحِ جَمْعِ الْجَوَامِعِ ، وَاسْتَدَلَّ لِذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ دَالٌّ عَلَى الذَّاتِ ، وَالْمِيمَ دَالَّةٌ عَلَى الصِّفَاتِ التِّسْعَةِ وَالتِّسْعِينَ ، ذَكَرَهُ ابن مظفر ، وَلِهَذَا قَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ : اللَّهُمَّ ، مَجْمَعُ الدُّعَاءِ ، وَقَالَ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ : مَنْ قَالَ : اللَّهُمَّ ، فَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِجَمِيعِ أَسْمَائِهِ .

Pendapat kesembilan belas menyatakan bahwa nama itu adalah lafazh “Allahumma”, sebagaimana dinukil oleh Az-Zarkasyiyy dalam Syarh Jam‘ Al-Jawami‘, dan ia berdalil bahwa lafazh “Allah” menunjukkan kepada Dzat, sedangkan huruf mim menunjukkan kepada sembilan puluh sembilan sifat, hal ini disebutkan oleh Ibnu Muzhaffar, oleh karena itu Al-Hasan Al-Bashriyy berkata bahwa “Allahumma” adalah himpunan seluruh doa, dan An-Nadhr bin Syumail berkata bahwa siapa yang mengucapkan “Allahumma” maka sungguh ia telah berdoa kepada Allah dengan seluruh nama-nama-Nya;

الْعِشْرُونَ : ( الم ) أَخْرَجَ ابْنُ جَرِيرٍ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ : الم هُوَ اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ ، وَأَخْرَجَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : الم اسْمٌ مِنْ أَسْمَاءِ اللَّهِ الْأَعْظَمِ ، وَأَخْرَجَ ابْنُ جَرِيرٍ وَابْنُ أَبِي حَاتِمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : الم قَسَمٌ أَقْسَمَ اللَّهُ بِهِ ، وَهُوَ مِنْ أَسْمَائِهِ تَعَالَى .

Pendapat kedua puluh menyatakan bahwa “Alif Lam Mim” adalah nama Allah Yang Maha Agung, karena Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Mas‘ud bahwa “Alif Lam Mim” adalah nama Allah Yang Maha Agung, dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa “Alif Lam Mim” adalah salah satu nama Allah Yang Maha Agung, serta Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa “Alif Lam Mim” adalah sumpah yang Allah bersumpah dengannya, dan ia termasuk dari nama-nama-Nya Ta‘ala.

082140888638 Souvenir Islami Murah Asmaul Husna 5 Bahasa




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.