Header Ads

Maksiat Berisiko Pada Kesehatan | Brilly El-Rasheed | 082140888638

082140888638 Buku Pengaruh Maksiat Terhadap Kesehatan





Maksiat kita membuat orang lain repot terutama ketika kita sudah terjerat hukuman Allah meski mereka menolong kita mereka mendapatkan pahala. Maksiat kita membuat kita sakit dan bisa menular ke orang lain yang di sekitar kita atau yang jauh sekalipun shalih-shalihah karena ada keterkaitan misalnya tidak nahi munkar atau justru membiarkan (dayyuts) atau bahkan memfasilitasi secara tidak langsung. Hubungan inses mayoritas melahirkan anak yang cacat genetik. Suami/istri yang berselingkuh, suami/istri pasangannya terkena HIV/AIDS. Anak yang sadis-anarkis lalu terjangkit penyakit menular, orang tua bisa jadi tertular. Orang tua yang bersekutu dengan syaithan, anaknya bisa jadi sakit hingga tewas.


Dituturkan oleh Gus Baha, pernah ada peneliti sowan kepada K. H. Maimoen Zoebair Sarang menyampaikan prestasinya menemukan obat HIV/AIDS, seketika Mbah Moen (panggilan akrab beliau) duko (murka), Gus Baha meriwayatkan dawuh beliau dengan kalimat sendiri, “Lha wong HIV/AIDS itu diciptakan Allah untuk menghukum para tukang zina, kok kamu malah melawan kehendak Tuhan itu.” Namun, ketika ada ahli maksiat yang sakit kita tidak boleh tidak menolongnya maupun mendoakannya agar sembuh, kecuali ada potensi kuat apabila sembuh justru masih melanjutkan maksiatnya. Biarlah Allah saja yang memutuskan! Kita lihat apa yang terjadi.


Kabar ‘adzab Akhirat bisa menjadi refleksi hukuman dunia atas maksiat kita. Jika di Akhirat pemakan riba seperti orang gila, di dunia juga bisa terkena down syndrome. Jika di Akhirat pezina ditombak dari anus hingga mulut, di dunia juga bisa terpapar sipilis, raja singa, kusta, HIV/AIDS. Jika di Akhirat penyerobot tanah dikalungi tanah yang diserobotnya di dunia sebanyak tujuh lapis bumi, di dunia juga bisa terkena migrain, stroke, vertigo, gegar otak. Jika di Akhirat pelaku kezhaliman kepada binatang dihukum qishash (balas balik) maka di dunia biasanya sering dimusuhi binatang atau punya penyakit yang bersumber dari binatang.


Ahli maksiat yang sedang menjalani hukuman atas maksiatnya tidak seyogyanya menceritakan masa kelamnya dulu. Tidak boleh membeberkan pengalaman maksiat sekalipun dalam rangka pengakuan taubat. Pengakuan taubat adalah kepada Allah saja, tidak perlu kepada manusia. Ketika sedang sakit dan terduga kuat buah dari maksiat, maka jangan pernah mengungkapkan maksiat yang pernah dilakoni kepada siapapun kecuali dalam rangka nahi munkar dan sebagai ‘ibrah bagi orang lain, bukan uswah.


Rekam jejak maksiat kita tidak pernah terhapus melainkan hanya tertutupi sekalipun kita sudah taubat. Suatu saat akan ketahuan pada saat kita merasa sok suci. Anak kita berpeluang melakukan maksiat yang sama yang pernah kita lakukan meski kita taubat. Percaya tidak percaya, Penulis (Brilly El-Rasheed) sudah mengamati banyak orang dan membaca banyak catatan sejarah, anak pelaku maksiat pasti ada saatnya melakukan maksiat yang sama sekalipun orang tuanya tidak pernah mengajarinya. 


Penderita hukuman berupa penyakit butuh waktu untuk recovery dari sakitnya berbanding lurus dengan saldo dosa dan pahala. Jika dosa masih banyak, bisa jadi sakitnya lebih lama. Jangan berharap ketika sudah bertaubat dan mengubah habit dari taat menjadi maksiat baru satu-dua hari lantas segala sakit langsung hilang seketika sementara maksiatnya justru dinilai oleh Allah sebagai dosa besar atau dosa jariyah. Apalagi jika sakit yang menjadi hukuman maksiat sudah menjerat maka ahli maksiat akan susah sekali terbebas dari sakit tersebut. Jika penderita hukuman berupa sakit didoakan oleh Waliyyullah yang banyak karamah, apakah bisa sembuh secara ‘bimsalabim’? Bisa, hal itu karena Allah memuliakan Waliyyullah, bukan memuliakan penderita penyakit. Misalnya tukang selingkuh, sekian tahun hidupnya baik-baik saja, tibalah suatu hari sakit sepele, masih terus selingkuh, tak pelak akan datang hari di mana dia jatuh sakit parah menahun. Berobat apapun tidak berguna, sekalipun sudah taubat. Sakitnya dideritanya sesuai lama durasi dia maksiat. Dia selingkuh 3 bulan bisa jadi sakit kerasnya 3 tahun, padahal sudah taubat. Begitu didoakan oleh Waliyyullah, sembuh, bahkan bisa sekejap mata. Namun itu terjadi hanya jika bertepatan dengan ridha Allah kepada sang waliyy. Kalau ternyata Allah ridha kepada sang Waliyy tapi tetap ingin menghukum si tukang selingkuh, tamat riwayat.


Perbuatan yang syubhat, tidak jelas halal-haramnya, tidak bisa distatuskan sebagai maksiat. Bagi orang yang menjauhi syubhat tentu lebih bagus, yaitu dalam rangka kehati-hatian agar jangan sampai tercatat sebagai bermaksiat kepada Allah. Kata Nabi, “Siapa menjauhi syubhat, berarti dia membebaskan kehormatan dan agamanya.” Membebaskan dari apa? Dari hukuman dunia baik berupa celaan, hinaan, su`uzhzhann, atau lainnya maupun adzab Akhirat. Di samping itu, memang kadangkala maksiat 'dibutuhkan' oleh Allah untuk terlaksananya taqdir-Nya. Pelakunya bisa jadi impas (tidak dosa dan tidak dapat pahala) atau bahkan pahalanya lebih banyak tapi terkurangi oleh dosa. Hanya saja dampak buruk maksiat tetap menjerat. Kita tahu ada kaedah fiqih, adh-dharurat tubihu al-mahzhurat dan al-hajat tanzilu manzilah adh-dharurah.


Setelah kita tahu bahwa maksiat berefek buruk pada kesehatan, kita tidak boleh memvonis orang tertentu yang sakit pasti sedang terjerat efek buruk maksiat. Kita hanya berkewajiban amar ma’ruf nahi munkar, bukan memvonis. Ketika ada orang yang sakit, maka kita mengajak muhasabah, “Jangan-jangan sakitmu ini karena kamu pernah maksiat ini dan itu.” Jika dia marah, berhenti, ganti obrolan lain. Jika dia menerima, alhamdulillah. Sekali lagi, tanpa kita menghakimi, hanya memfasilitasi tafakkur.


Asmaul Husna Universe merupakan lembaga pusat pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan [pusdiklatlitbang] Asmaul Husna. Asmaul Husna Universe berkantor di Jl. Hayam Wuruk no. 1, RT. 03 RW. 05, Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, 62253. Untuk kerjasama bisa melalui 082140888638 atau asmaulhusnauniverse@gmail.com. Harga all varian buku saku lipat harmonika Asmaul Husna @Rp 3.000,- [disc. up to 50 %]. Dukung pendirian Asmaul Husna World, sebuah permanent exhibition media pembelajaran dan artefak Asmaul Husna gratis. Oleh Ust. H. Brilly El-Rasheed, S.Pd., M.Pd., C.Ed. [Founder Asmaul Husna Universe] Promo Umrah murah aman no hidden cost bersama Asmaul Husna Universe. Umrah resmi nyaman terjangkau hanya 21 jutaan saja tanpa biaya tambahan. Asmaul Husna Universe bekerjasama dengan travel milik sebuah pesantren besar yang mengutamakan pelayanan terstandar dengan harga ekonomis bukan ngejar profit. Tidak ada penipuan sama sekali dalam program umrah hemat ini. Jama'ah akan diajak menyelami Asmaul Husna di Tanah Suci. Tidak ada kezhaliman apapun terhadap jama'ah sekalipun banderol tarif umrah irit dan paling rendah diantara seluruh travel di kelas tersebut. Segera konsultasikan perjalanan umrah Anda di 082140888638. Order Souvenir Buku Saku Asmaul Husna di Tiktok @gudangkitabsuci


 

082140888638 Buku Kesehatan Sebelum Keberagamaan


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.