Header Ads

Rasulullah Sang CEO | Brilly El-Rasheed | 082140888638

082140888638 Kajian Asmaul Husna Brilly El-Rasheed Dymas Tunggul Panuju Rasulullah Sang CEO


Allah Al-Mughniyy memerintahkan kita, untuk mengikuti Nabi Muhammad. Mengikuti Nabi Muhammad bukan persoalan semudah menekan tombol follow di media sosial. Merekonstruksi sejarah hidup Nabi Muhammad tidak sebatas menyusun puzzle-puzzle informasi dari kitab-kitab Sirah Nabawiyyah, dala`il, mada`ih, khasha`ish, fadha`il, mawalid, dan syama`il. ‘Sekadar’ meng-capture kesibukan Nabi Muhammad sebagai CEO tidak sesederhana menjadi clipper video short. Kendati demikian, kita sebagai muslim tetap harus berusaha mengikuti Nabi sesuai kemampuan kita dalam memahami teks-teks primer Islam (Al-Qur`an dan As-Sunnah) sesuai interpretasi yang turun-temurun dari generasi ke generasi.

Allah Al-Ghaniyy berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [QS. Ali ‘Imran (3): 31]

Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul-Muththalib adalah Rasulullah (utusan Allah) terakhir. Rasulullah Muhammad sudah menjadi CEO di Makkah hingga di Madinah. CEO dalam dunia kerja adalah singkatan dari Chief Executive Officer. CEO adalah jabatan manajerial tertinggi di sebuah perusahaan atau organisasi yang bertanggung jawab atas arah strategis, kinerja keseluruhan, dan pengambilan keputusan utama. CEO melapor kepada dewan direksi dan berfungsi sebagai wajah publik perusahaan. CEO beda dengan komisaris. CEO mirip direktur utama. CEO belum tentu owner. Hanya saja, setiap perusahaan bebas menentukan posisi dan wewenang CEO.

Dokumen valid paling awal tentang Rasulullah sebagai CEO adalah firman Allah yang merekam bully-an orang-orang kafir karena beliau berada di pasar untuk memanajemen bisnis bukan sekadar sebagai konsumen,

وَقَالُوا۟ مَالِ هَٰذَا ٱلرَّسُولِ يَأْكُلُ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشِى فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا

“Dan mereka berkata, "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia? [QS. Al-Furqan (25): 27]

Frasa ‘berjalan di pasar-pasar’ menunjukkan Nabi tidak hanya berkeliling di sebuah pasar saja. Frasa ini pun tidak spesifik mengindikasikan Nabi berdagang. Namun seluruh mufassir seiya-sekata bahwa frasa tersebut dimaksudkan Allah untuk menggambarkan kesibukan Nabi di pasar sebagai pedagang. Imam Ibnu Katsir mewakili, 

يَتَرَدَّدُ فِيهَا وَإِلَيْهَا طَلَبًا لِلتَّكَسُّبِ وَالتِّجَارَةِ

“Yaitu mondar-mandir ke pasar karena mencari mata pencaharian dan berdagang.”

Bagaimana Rasulullah menjalani hidup sebagai CEO? Yuk ikuti kajian offline bersama H. Brilly El-Rasheed, M.Pd. di Pusat Kerajinan Kulit Magetan pada 9 Mei 2026 bakda Maghrib.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.