Header Ads

Berderma Jangan Tunggu Masuk Pusara! | Khuthbah Jum'at Masjid An-Nur Talun Sidogembul Sukodadi | Brilly El-Rasheed | 082140888638

Khuthbah Jum'at Masjid An-Nur Talun Sidogembul Sukodadi | Brilly El-Rasheed | 082140888638


Setelah ucapan salam, adzan oleh muadzdzin, hamdalah, syahadat, shalawat, wasiat taqwa, dan cuplikan ayat “Ya ayyuhal-ladzina amanut-taqullah wal-tanzhur nafsun ma qaddamat lighadd… dst.” Khathib Jum’at Masjid An-Nur Talun Sidogembul Sukodadi Lamongan Jawa Timur memaknai ayat tentang persiapan kehidupan Akhirat tersebut. H. Brilly El-Rasheed, M.Pd. selaku khathib Jum’at tersebut merelasikan perintah Allah dalam ayat tersebut dengan berbagai bentuk ibadah, diantaranya berderma.

H. Brilly El-Rasheed, M.Pd. yang juga menjadi jama’ah shalat fardhu tidak tetap Masjid An-Nur Talun tersebut mengingatkan bahwa derma dalam bahasa agama adalah shadaqah. Penyesalan terbesar semua orang yang mati adalah waktu-waktu yang berlalu tanpa diisi dengan ibadah dalam bentuk apapun. Brilly juga menginformasikan adanya sejumlah riwayat generasi Salaf dalam kitab Ar-Ruh karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang mencatat banyaknya ruh orang-orang mati yang datang ke alam mimpi orang-orang hidup yang mengaku menyesal atas waktu-waktu yang berlalu tanpa diisi dengan ibadah.

Brilly kemudian mengerucutkan ajakan ibadah kepada shadaqah sembari memaknai firman Allah Al-Mu’in,
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Dan infaqkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bershadaqah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.”  [QS. Al-Munafiqun: 10]

Brilly juga mengaitkan ajakan berbagi dengan titah Allah Al-Wahhab yang mengabarkan reward bagi setiap hamba yang ‘memodali’ Allah dengan berinfaq kepada manusia dan Allah akan mengembalikan seluruh ‘modal’ plus keuntungannya,
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ   
"Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui." [QS. Al-Baqarah: 261]

Sebagai pembicara sidang Jum’at tersebut, Brilly kemudian menghubungkan perintah berdonasi dengan situasi ‘in this economy’ dengan fakta bahwa ajaran Islam ternyata tidak mengharuskan dalam bentuk uang,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: كُلُّ نَفْسٍ كُتِبَ عَلَيْهَا الصَّدَقَةُ كُلَّ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ، فَمِنْ ذَلِكَ أَنْ يَعْدِلَ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَأَنْ يُعِينَ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلَهُ عَلَيْهَا وَيَرْفَعَ مَتَاعَهُ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ، وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَمْشِي إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Setiap jiwa diwajibkan bershadaqah setiap hari matahari terbit. Berbuat adil di antara dua orang adalah shadaqah, menolong seseorang dengan menyiapkan kendaraannya adalah shadaqah, menyingkirkan sesuatu yang menghalangi jalan adalah shadaqah, mengucapkan kata-kata yang baik adalah shadaqah, dan setiap langkah menuju tempat shalat juga adalah shadaqah." [Musnad Ahmad]

Sebelum mengakhiri khuthbah pertama untuk beralih ke khuthbah kedua, Brilly memaknai hadits tentang keutamaan yang didapat oleh orang-orang yang berjiwa sosial tinggi, Rasulullah bersabda, 
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ  
“Sesungguhnya shadaqah itu dapat meredam murka Tuhan dan mencegah dari kematian yang tidak baik.” [Jami’ At-Tirmidziyy]






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.