Header Ads

Ternyata Kita Ber-Asmaul Husna dalam Setiap Ruku'-Sujud Saban Shalat Seumur Hidup | Brilly El-Rasheed | 082140888638

 

082140888638 Buku Asmaul Husna untuk Kajian

Shalat merupakan ibadah yang paling sering dilakukan seorang muslim sepanjang hidupnya. Dalam setiap rakaat terdapat ruku’ dan sujud yang menjadi simbol ketundukan dan penghambaan total kepada Allah, Pemilik Asmaul Husna. Nabi mengajarkan untuk membaca dalam ruku' dan sujud, selain yang biasa kita baca, yaitu bacaan Asmaul Husna,

 Ø³ُبُّوحٌ Ù‚ُدُّوسٌ رَبُّ الْÙ…َلاَئِÙƒَØ©ِ Ùˆَالرُّوحِ 

“Mahasuci, Maha Quddus, Rabbnya para malaikat dan ruh–yaitu Jibril–).” [Shahih Muslim, no. 487] 

Saat membaca doa ini, imajinasi kita mestinya melayang-layang membayangkan bacaan Asmaul Husna kita tersebut berbarengan dengan seluruh jagat termasuk bangsa malaikat memuja-memuji Allah. Menariknya, bacaan ini mengandung Asmaul Husna. Kata “Quddus” berasal dari nama Allah Al-Quddus yang berarti Yang Maha Suci, terbebas dari segala kekurangan dan cacat. Sementara kata “Subbuh” merupakan bentuk pujian yang menunjukkan kesempurnaan kesucian Allah. Dengan demikian, setiap kali seorang muslim membaca doa ini dalam ruku’ atau sujud, sesungguhnya ia sedang mengagungkan Allah melalui nama dan sifat-Nya yang mulia. Tanpa disadari, sepanjang hidupnya ia telah berulang kali ber-Asmaul Husna dalam setiap shalat yang dikerjakannya minimal 17 raka'at.

Lebih dari sekadar lafazh yang diucapkan oleh lisan, doa ini mengajak hati untuk menghadirkan kesadaran akan kebesaran Allah yang dipuja oleh seluruh makhluk-Nya. Ketika membaca “Rabbul-malaikati war-ruh”, seorang muslim diingatkan bahwa Allah adalah Tuhan para malaikat dan Jibril, makhluk-makhluk suci yang tidak pernah bermaksiat dan senantiasa bertasbih siang dan malam. Pada saat itu, imajinasi dan kesadaran spiritual kita semestinya melayang membayangkan bahwa tasbih yang kita lantunkan sedang bergabung dengan tasbih seluruh penghuni langit, para malaikat yang jumlahnya tak terhitung, serta seluruh makhluk yang tunduk kepada Allah di alam semesta.

Karena itu, ruku’ dan sujud tidak seharusnya dipandang hanya sebagai gerakan fisik dalam shalat. Keduanya adalah momentum untuk memasuki lautan pengagungan kepada Allah bersama seluruh jagat raya. Setiap kali kita membaca Subbuh Quddus Rabbul-Malaikah Wa-Ruh kita sedang menyebut dan menghidupkan Asmaul Husna dalam ibadah yang paling utama, sambil menyadari bahwa pujian yang keluar dari lisan kita menyatu dengan pujian para malaikat dan seluruh ciptaan-Nya. Maka benar adanya, ternyata kita ber-Asmaul Husna setiap ruku’ dan sujud saban shalat seumur hidup.

082140888638 Buku Kajian Asmaul Husna


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.