Penelitian Ungkap Dzikir Asmaul Husna Bantu Menstabilkan Kondisi Pasien Kritis di ICU | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Silvia Handriana, dkk. di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin menunjukkan bahwa terapi dzikir Asmaul Husna berpotensi membantu meningkatkan kestabilan kondisi pasien kritis. Temuan ini menjadi salah satu bukti bahwa pendekatan spiritual dapat memberikan dampak positif sebagai terapi pendamping dalam perawatan pasien dengan kondisi berat.
Pasien kritis merupakan kelompok pasien yang mengalami gangguan fisiologis serius dan dapat mengalami penurunan kondisi secara cepat hingga berisiko menyebabkan kematian. Salah satu faktor yang sering ditemukan pada pasien kritis, khususnya yang mengalami penurunan kesadaran dan menggunakan ventilator, adalah ketidakstabilan parameter hemodinamik.
Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir Asmaul Husna terhadap parameter hemodinamik non-invasif pasien kritis yang dirawat di ICU. Penelitian menggunakan metode pre-experimental dengan desain pre-test dan post-test terhadap 30 pasien yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Dalam pelaksanaannya, terapi dzikir diperdengarkan menggunakan perangkat pemutar audio yang berisi lantunan Asmaul Husna oleh qari Husni Alhasz.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi diberikan, sebanyak 20 responden atau 66,7 persen mengalami kondisi hemodinamik yang belum stabil. Namun setelah mendapatkan terapi dzikir Asmaul Husna, sebanyak 29 responden atau 96,7 persen tercatat berada dalam kondisi hemodinamik yang stabil. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,001, lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari terapi dzikir Asmaul Husna terhadap parameter hemodinamik non-invasif pasien kritis di ruang ICU RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin.
Peneliti menyimpulkan bahwa terapi dzikir Asmaul Husna efektif membantu meningkatkan kestabilan hemodinamik pasien kritis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan pendekatan spiritual berbasis pembacaan Asmaul Husna secara repetitif sebagai terapi pendamping dalam pelayanan pasien kritis, khususnya bagi pasien Muslim yang menjalani perawatan intensif.
Baca https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5259265



Post a Comment