Gerakan Memperbanyak Jumlah Masjid di Muka Bumi Sesuai Asmaul Husna | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Kita bersyukur semakin banyak gerakan umat memperbanyak jumlah masjid. Banyak konglomerat dan asatidz yang tafa`ul dengan Asmaul Husna dalam membangun masjid baik terkait lokasi, bangunan, jumlah, dan lain-lainnya. Tafa`ul artinya berprasangka baik karena menaruh harapan berdasarkan potensi-potensi. Tafa`ul dengan Asmaul Husna berwujud membangun masjid berjumlah 99, berbentuk 99, berwarna 99, bernama 99, atau lain-lain.
Ketika Suhail bin Amr datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Suhail telah datang, maka semoga urusan kalian menjadi mudah”; dengan mengaitkan nama “Suhail” yang bermakna “kemudahan” sebagai pertanda baik. [Zad Al-Ma’ad 3/362]
Rasulullah bertafa`ul dengan nama-nama yang baik bagi manusia dengan harapan pemilik nama tersebut mendapatkan apa yang sesuai dengan makna nama yang disandangnya. Tepat sekali, dan tergolong mengikuti As-Sunnah manakala kita tafa`ul dengan Asmaul Husna, kendati Rasulullah tidak menamai masjid-masjid pada zaman beliau dengan Asmaul Husna. Ittiba’ tidak hanya tekstual tapi juga kontekstual.
Tafa`ul dalam bentuk simbolisasi juga dilakukan Nabi, “Sesungguhnya Nabi keluar bersama manusia memintakan hujan untuk mereka. Maka beliau berdiri, berdo’a kepada Allah seraya menghadap qiblat, lalu membalik selendangnya, lalu hujan pun turun.” [Shahih Al-Bukhariyy no. 1023]
Tafa`ul dalam aksi nyata dilakukan Ibunda ‘Aisyah,
بل السنة أفضل عن الغلام شاتان مكافئتنان و عن الجارية شاة تقطع جدولا و لا يكسر لها عظم
“Tetapi yang sunnah (dalam hal aqiqah) adalah sebaiknya untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Dipotong anggota badannya tetapi tidak pecahkan tulangnya.” [Al-Mustadrak li Al-Hakim no. 7595]
Tafa`ul bukan berarti meyakini sesuatu tersebut mewujudkan harapan kita. Kita berharap hanya kepada Allah semoga tafa`ul kita menjadi nyata. Kita bertafa`ul bisa jadi terasa tidak masuk akal bagi orang lain sebab bertafa`ul berarti menggantungkan diri kita kepada Allah. Asmaul Husna dapat menjadi media tafa`ul yang baik. Kita bertafa`ul dengan Asmaul Husna bukan berarti kita berharap bisa menjadi Allah Pemilik Asmaul Husna.


Post a Comment