Fatwa Negeri-negeri Bagian Malaysia Seputar Asmaul Husna yang Tidak Disukai Golongan Sebelah | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Merepetisi (mengulang-ulang) memanggil nama-nama Allah atau Asmaul Husna baik satu, dua, tiga atau semuanya masih saja divonis bid’ah oleh sebagian muslim. Jabatan Mufti Negeri Selangor Malaysia pernah dimintai fatwa, “Telah dikongsikan oleh sahabat saya manfaat zikir nama Allah disertakan Asmaul Husna. Sebagai contoh, jika kita berniaga, ingin murah rezeki, maka zikir Ya Allah, Ya Razzaq sepanjang hari, in shaa Allah murah rezeki. Jika kita sedang menuntut ilmu, maka zikir yang disarankan ialah menyebut Ya Rasyid selalu supaya mudah menerima ilmu. Tetapi, ada juga yang berpendapatan zikir Asmaul Husna itu bidaah, kerana tiada ajaran di dalam Al-Quran atau sunnah Rasulullah SAW.” Maka Mufti Selangor memberi fatwa, “keharusan berdoa serta memohon kepada Allah berdasarkan nama-nama Allah seperti seseorang berdoa dengan lafaz ( يا رزاق ارزقني ) Wahai Maha Pemberi Rezeki kurniakanlah aku rezeki dan begitulah selanjutnya. Walaubagaimanapun tujuan utama dalam berzikir adalah untuk mengingati Allah SWT dan bukanlah ada tujuan selain daripada itu. Oleh itu, berzikir dengan nama-nama Allah dengan niat dan ikhlas untuk ingat kepada Allah dengan mengaharapkan fadhilat yang ada pada nama-nama tersebut adalah harus. Dengan memperbanyakkan zikir (ingat Allah), Insya Allah Allah akan merahmati kita seterusnya memberkati usaha-usaha kita.” [https://emusykil.muftiselangor.gov.my/index.php/site/jawapan?id=2883]
Sebagian muslim menghina, menghujat, menyalahkan nonmuslim yang menyebut tuhan mereka dengan nama Allah. Sebenarnya yang harus diperjuangkan muslim ialah meluruskan deskripsi tentang Allah yang diyakini umat Islam. Mufti Negeri Perlis memberi fatwa, “Nas-nas al-Quran dan al-Sunnah tidak membantah sesiapa yang memanggil Tuhan dengan panggilan ALLAH sekalipun bukan muslim. Bahkan itulah nama Tuhan yang sebenar. Apa yang dibantah oleh al-Quran dan al-Sunnah ialah syirik yang mereka lakukan. Antara dalilnya al-Quran menyebut: (Surah al-Ankabut ayat 63). Ayat ini, menunjukkan al-Quran tidak membantahkan golongan bukan muslim menyebut Allah sebagai Pencipta Yang Maha Agung. Bahkan Nabi Muhammad s.a.w disuruh untuk mengucapkan kesyukuran kerana mereka mengakui Allah. Apa yang dibantah dalam ayat-ayat ini bukanlah sebutan nama Allah yang mereka lafazkan, sebaliknya ketidak tulusan tauhid yang menyebabkan akidah terhadap Allah itu dipesongkan atau bercampur syirik. Banyak ayat seperti ini dalam al-Quran. Contoh lain sila baca Surah al-Zukhruf ayat 87-88. Ketika menyebut tentang peranan jihad dalam Islam, Allah menyebut: (Surah al-Hajj ayat 40). Ayat ini mengakui tempat-tempat ibadah itu disebut nama Allah. Dalam al-Tafsir al-Munir, Dr Wahbah al-Zuhaili menyebut: “Disebut nama ALLAH banyak-banyak dalamnya bermaksud disebut nama ALLAH pada empat tempat yang nyatakan (tempat pertapaan, gereja Kristian, rumah ibadah Yahudi dan Masjid)” (17/225. Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’asir).” [https://muftiperlis.gov.my/index.php/minda-mufti/465-isu-bukan-muslim-guna-kalimah-allah]
Persoalan memajang/menggantungkan nama Allah dan Asmaul Husna serta nama Nabi Muhammad ternyata masih diyakini keharamannya oleh sebagian muslim. Mufti Wilayah Persekutuan merilis fatwa, “Kami cenderung untuk menyatakan harus hukumnya menggantung kaligrafi lafaz Jallalah – Allah SWT – dan nama Nabi Muhammad SAW di dinding atau selainnya dengan syarat: Kalimah-kalimah itu digantung dengan keadaan memuliakan seperti meletakkannya di tempat yang tinggi. Hendaklah penggantungan itu dilakukan dengan seminimum mungkin risiko untuk kalimah-kalimah itu terjatuh kerana itu adalah tanda penghinaan.” [https://www.facebook.com/groups/229774527928544/posts/1809025970003384/] Senada, Mufti Negeri Perlis juga menyatakan fatwa, “Menggantung kalimah lengkap Allah ‘Azza Wa Jalla ataupun Allah Jalla Jalaluh dan Muhammad Rasulullah SAW adalah diharuskan… Menggantungkannya dengan maksud mengambil Barakah dan seumpama dengannya adalah diharuskan. Adapun jika dengan istihza’ (mempersendakan), maka ia adalah diharamkan.” [https://www.facebook.com/SalasilahPerlis09/posts/fatwa-perlis-hukum-menggantung-kalimah-tertulis-nama-allah-dan-muhammadlebih-awa/122249051864173260/]



Post a Comment