Header Ads

Al-Musalsalat: Hadits-hadits Unik yang Kerap Dilupakan | Maulana Dr. Muhammad Akram An-Nadwiyy | 082140888638

Firanda Syafiq Khalid Yazid Jawas Amir Abdat Utsaimin Bin Baz Albani Fauzan Riyadh Bajrey Oemar Mita Aa Gym Das’ad Latif Subhan Bawazier Nuzul Dzikry Abduh Tuasikal Erwandi Mubarok Bamualim Badrusalam Aris Munandar Sufyan Fuad Sofyan Chalid Ruray Mufy Hanif Andy Fahmi Najmi Umar Bakkar Musyaffa Addariny Amrullah Akandhita Ali Musri Semjan Abu Qatadah Elvi Syam Ammi Nur Baits Syahrul Fatwa Raehanul Bahraen Fariq Gasim Anuz Farhan Abu Furaihan Harits Abu Naufal Tanthawi

Maulana Dr. Muhammad Akram An-Nadwiyy dalam kitab Al-Muhadditsat hal. 176 & 178 & 278 & 279 menguraikan,

Istilah al-musalsalaat (jamak dari al-musalsal) mengacu pada kitab-kitab hadits yang periwayatannya mencakup asosiasi tertentu dan dianggap tradisi sehingga layak dilestarikan bersama de-ngan hadits itu sendiri. Sebagai contoh, Nabi saw. menjabat tangan seseorang tepat sebelum beliau saw. mengatakan apa yang dicatat dalam hadits, atau beliau saw. memberikan kurma dan air kepada orang tersebut. Kemudian, setiap kali hadits-hadits ini diriwayatkan, guru akan menjabat tangan muridnya atau membe-rikan kurma dan air. Orang-orang akan terpesona dan senang saat mempelajari dan menghafalkan hadits ini karena adanya asosiasi tersebut. Banyak hadits yang diriwayatkan sebagai al-musalsalaat…. Beberapa ahli hadis menyusun al-musalsalaat yang me-reka terima dari guru mereka sebagai sebuah kitab sehingga memudahkan dalam mempelajari dan menyebarkannya. Para perempuan juga mendengar beberapa kitab al-musalsalaat ini dari guru mereka. Sitt al-Arab binti Muhammad bin Fakhruddin al-Bukhari (w. 767 H) mendengar al-Musalsalaat al-Ibrahimi dari kakeknya. Ummu Kultsum Aisyah binti Muhammad bin Ibrahim al-Mursyidi (w. 846 H) mendengar al-Musalsal al-Ala`i dari Majduddin asy-Syirazi. Fathimah binti al-Munajja mende-ngar Nuzhat al-Huffaz karya Abu Musa al-Madini dari Taqiyuddin Sulaiman bin Hamzah. Syuhdah al-Baghdadiyah mempela-jari al-Mushafahah karya al-Barqani. Ummu Muhammad Sitt al-Kull Asiyah binti Jarullah Muhammad al-Makki mempelajari al-Musalsal bi al-Awwaliyyah dan al-Musalsal li Khatm ad-Du`a kepada Syarafuddin Abu al-Qasim ar-Rafi'i. 

Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Habib Habaib Hubabah Syarifah Sayyid Nahdlatul Wathan Wahabi Hizbut Tahrir Ikhwanul Muslimin Jama’ah Tabligh DDII LDII Wahdah IKADI Mujahidin MUI Salaf Ghuraba Thaifah Manshurah Firqah Najiyah


Jumlah al-musalsalaat itu banyak dan beberapa di antaranya disusun menjadi sebuah kitab. Oleh karena itu, kami menemukan pe-rawi dari sebagian besar al-musalsalaat yang juga meriwayatkan kitab utama. Sebagai contoh, Hind binti Muhammad bin Ali al-Urmawi mendengar Musalsalat al-Ibrahimi dari Sitt al-Arab binti Muhammad bin al-Fakhr, yang meriwayatkannya dari kakek-nya dari Abu al-Yumn al-Kindi dari Sibth al-Khayyath dari penulisnya. al-Musalsal bi al-Awwaliyah adalah al-musalsalaat yang paling banyak disampaikan, bahkan sampai hari ini para ulama masih meriwayatkannya kepada murid-muridnya sebagai hadits pertama. Sejumlah besar perempuan juga meriwayatkannya. Adapun contohnya, telah cukup disebutkan dengan para perem-puan yang meriwayatkannya kepada al-Hafizh Ibnu Hajar. Mereka adalah Sarah binti Taqiyuddin as-Subki, 682 Sumlak binti al-Fakhr Utsman bin Ghanim al-Ja'fariyah, Maryam al-Adzra`iyah, dan Ghazal budak al-Qalqasyandi.


Selain al-Musalsal bi al-Awwaliyah, para perempuan juga meriwayatkan al-musalsalaat lainnya, seperti Musalsal bi Qira'at Surah ash-Shaff, Musalsal bi as-Sama, dan Musalsal bi al-Aswadain. Bahkan, Amatullah ad-Dihlawiyah (w. 1357 H) meriwayatkan Musalsal bi Qabdh al-Lihyah. Dalam al-Musalsal ini, setiap perawi akan mengucapkan kata-kata tertentu seraya memegang janggutnya. Murid Amatullah, Syekh Yasin al-Fadani, meriwayatkan bahwa dia mendengar al-Musalsal ini dari Amatullah, sedangkan gurunya sedang memegang dagu.


Sirah Nabawiyah Syamail Muhammadiyah Biografi Rasulullah Sejarah Nabi Tarikh Rusul Siroh Rosul Kajian Sunnah Firanda Syafiq Khalid Yazid Jawas Amir Abdat Utsaimin Bin Baz Albani Fauzan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.