Header Ads

Periwayatan Hadits Musalsal Dilestarikan Para Ulama Salafiyy-Sa’udiyy Jadi Bukan Bid’ah | Brilly El-Rasheed | 082140888638

Firanda Syafiq Khalid Yazid Jawas Amir Abdat Utsaimin Bin Baz Albani Fauzan Riyadh Bajrey Oemar Mita Aa Gym Das’ad Latif Subhan Bawazier Nuzul Dzikry Abduh Tuasikal Erwandi Mubarok Bamualim Badrusalam Aris Munandar Sufyan Fuad Sofyan Chalid Ruray Mufy Hanif Andy Fahmi Najmi Umar Bakkar Musyaffa Addariny Amrullah Akandhita Ali Musri Semjan Abu Qatadah Elvi Syam Ammi Nur Baits Syahrul Fatwa Raehanul Bahraen Fariq Gasim Anuz Farhan Abu Furaihan Harits Abu Naufal Tanthawi


Vonis bid’ah kerap ditembakkan kepada sebagian muslim yang melestarikan hadits-hadits musalsal. Ada ratusan jumlah musalsal. Contoh riwayat musalsalat ialah hadits berjabat tangan, memegang jenggot, memakai topi koboi burthulah, menghidangkan air dan kurma, dan lain-lain. Pembacaan atau periwayatan hadits musalsal dalam sebuah majelis kadang kala mengundang keheranan bahkan tadhlil (vonis sesat). Tudingan aliran sesat tidak jarang dilayangkan kepada para peserta majelis hadits musalsal, misalnya, yang memakai topi koboi burthulah secara serentak namun bergamis atau berkoko dan bersarung. Perasaan asing dan aneh ketika menyaksikan majelis hadits musalsal selalu dijadikan argumen untuk menyesat-nyesatkan.

Syaikh Prof. Dr. Muhammad bin ‘Umar Bazmul dalam Al-Manhaj As-Salafiyy Ta’rifuhu wa Simatuhu wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah sedikit menjelaskan tentang hadits musalsal tatkala menguraikan tentang keharusan setiap muslim untuk mematuhi keberislaman Nabi yang dipraktekkan para shahabat, “Seseorang dikatakan alim, bukan dari banyaknya riwayat, (ijazah) tetapi seorang dikatakan berilmu jika dia benar-benar ittibâ dan ilmunya bermanfaat bagi dirinya. Maka, ada istilah Hadits musalsal bil awwaliyah, yaitu hadits yang disampaikan pertama kali, dan hal ini menjadi tradisi yang diwariskan kepada para murid. Hadits musalsal bil awwaliyah yang terkenal adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidziyy berikut.

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang-orang yang suka mengasihi (sesamanya) akan dikasihi oleh Zat Yang Maha Pengasih. Maka kasihilah penghuni bumi, maka kalian akan dikasihi para penghuni langit,” Siapa yang menyelisihi ajaran sahabat, maka dia sesat meskipun dia banyak ilmunya. Karena apa yang didapat dari sahabat adalah berasal dari Nabi ﷺ yang merupakan wahyu. Rasul-Nya telah menjelaskan perkara agama dengan gamblang, maka siapa yang menyelisihi sahabat maka dia sesat! [https://www.alquran-sunnah.com/artikel/kategori/manhaj/1164-ciri-manhaj-salaf-syiar-yang-selalu-didakwahkan-adalah-ittiba-kepada-nabi.html]

Website Asmaul Husna Universe (www.asmaulhusna.or.id) sebelum ini sudah melansir fakta bahwa Syaikh Muhammad Nashiruddin bin Haji Nuh alias Syaikh Al-Albaniyy, Syaikh 'Aliyy Hasan Al-Halabiyy, Syaikh Dr. Hamid Akram Al-Bukhariyy, Ustadz Dr. Agus Hasan Bashori Malang turut melestarikan periwayatan hadits musalsal. Oleh karena itu, sebagai penganut agama Islam, kita mesti meniru jalan hidup generasi Salaf yang mayoritas menekuni periwayatan hadits-hadits musalsal. Meriwayatkan hadits musalsal memantik semangat kita untuk menjadi pribadi yang berkarakter seperti para perawi hadits dan lebih serius menjaga ajaran Rasulullah.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.