Header Ads

Syaikh Al-Albaniyy Punya Ijazah Sanad Hadits Musalsal Bi Al-Mahabbah | Brilly El-Rasheed | 082140888638

Firanda Syafiq Khalid Yazid Jawas Amir Abdat Utsaimin Bin Baz Albani Fauzan Riyadh Bajrey Oemar Mita Aa Gym Das’ad Latif Subhan Bawazier Nuzul Dzikry Abduh Tuasikal Erwandi Mubarok Bamualim Badrusalam Aris Munandar Sufyan Fuad Sofyan Chalid Ruray Mufy Hanif Andy Fahmi Najmi Umar Bakkar Musyaffa Addariny Amrullah Akandhita Ali Musri Semjan Abu Qatadah Elvi Syam Ammi Nur Baits Syahrul Fatwa Raehanul Bahraen Fariq Gasim Anuz Farhan Abu Furaihan Harits Abu Naufal Tanthawi

Baru-baru ini Syaikh Al-Albaniyy ramai diperbincangkan. Statusnya sebagai al-muhaddits atau bahits al-hadits didiskusikan ulang. Proyek Al-Albaniyy bernama Taqrib As-Sunnah Baina Yaday Al-Ummah menjadi representasi kerja ilmiah beliau dalam bidang ilmu hadits. Masih banyak jumlah muhaddits di dunia ini selain Al-Albaniyy. Kita tidak perlu memakai kaca mata kuda demi mengagumi Al-Albaniyy. 

Ada satu fakta menarik tentang Syaikh Al-Albaniyy. Ternyata Al-Albaniyy memiliki sebuah ijazah sanad salah satu hadits musalsal. Al-Musalsal bi Al-Mahabbah merupakan satu diantara ratusan hadits musalsal yang paling viral. Syaikh Muhammad Nashiruddin putra Haji Nuh alias Syaikh Al-Albaniyy mendapat sanad Musalsal bi Al-Mahabbah dari Syaikh Raghib Ath-Thabbakh. Sangat dimungkinkan Syaikh Al-Albaniyy punya riwayat hadits musalsal lainnya.

Al-Musalsal bi Al-Mahabbah ialah hadits riwayat Mu’adz bin Jabal yang diriwayatkan dengan cara yang khas. Al-Musalsal bi Al-Mahabbah dapat disimak dalam Al-’Ujalah fi Al-Ahadits Al-Musalsalah buah tangan Syaikh Muhammad Yasin bin ‘Isa Al-Fadaniyy. Al-’Ujalah fi Al-Ahadits Al-Musalsalah menjadi salah satu korpus klasik bidang hadits musalsal yang masih lestari paling populer. Dalam kitab Al-’Ujalah, Syaikh Yasin Padang meriwayatkan lebih dari 100 jalur riwayat hadits musalsal. Kitab ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pertama kali oleh penerbit Elrasheed. Dapatkan versi digitalnya di Google Play Book atau versi cetaknya di whatsapp https://wa.me/6282140888638.

Syaikh Al-Albaniyy mengomentari riwayat doa Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa Husni ‘ibadatika yang juga disebut dengan hadits musalsal bi al-mahabbah,

وهذا الحديث من المسلسلات المشهورة المروية بالمحبة، وقد أجازني بروايته الشيخ الفاضل راغب الطباخ رحمه الله، وحدثني به... وساق إسناده هكذا مسلسلاً بالمحبة . " صحيح أبي داود " ( 5 / 253 – 254 / ط . غراس )

“Hadits ini termasuk riwayat hadits viral musalsal dengan mahabbah. Dan sungguh Syaikh yang mulia Raghib Ath-Thabbakh telah mengijazahkan riwayat ini dan menceritakan hadits ini. Beliau menavigasikan sanadnya seperti ini secara musalsal dengan mahabbah.” [Shahih Abu Dawud 5/253]

Tidak hanya Syaikh Al-Albaniyy, Syaikh ‘Aliyy Hasan Al-Halabiyy yang merupakan murid senior beliau juga meriwayatkan hadits musalsal bi al-mahabbah dari Syaikh Yasin Al-Fadaniyy. Dituturkan oleh Ustadz Dr. Arfan Arifuddin, S.S., M.Ag. bahwasanya Syaikh ‘Aliyy Hasan Al-Halabiyy meriwayatkan, “Syaikh Abu Al-Faiḍh Al-Fādāniyy berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya saya mencintaimu.’ Kemudian beliau berkata, ‘Para syaikhku menyampaikan hadits ini kepadaku (yaitu) ‘Umar bin Ḥamdān, Muḥammad bin ‘Abdul-Bāqi Al-Laknawiyy, dan seterusnya… Mereka semua berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya saya mencintaimu, maka katakanlah…!’ (sebagaimana matan hadits Mu’adz)”. [https://markazsunnah.com/bait-kesepuluh-hadis-musalsal/]

Syaikh Dr. Hamid Akram Al-Bukhariyy turut meriwayatkan hadits musalsal ini sebagaimana diriwayatkan Ustadz Dr. Agus Hasan Bashori pimpinan Majalah Qiblati dan Ma’had Al-Umm Malang. Gugurlah stigma negatif terhadap hadits musalsal oleh sebagian muslim yang memframing sebagai tradisi bid'ah. Justru dengan tradisi periwayatan secara musalsal maka termasuk dalam anjuran tasyabbuh bi al-'ulama.

Setiap muslim dianjurkan untuk turut andil meriwayatkan hadits-hadits musalsal sebagaimana diteladankan Syaikh Yasin Padang dan Syaikh Albania. Ringkasnya, hadits musalsal ialah hadits yang diriwayatkan oleh masing-masing perawi dalam setiap thabaqah (generasi) secara berurutan dalam keadaan yang sama, waktu yang sama dan situasi yang sama, baik secara perbuatan maupun perkataan. Meriwayatkan hadits musalsal memantik semangat kita untuk menjadi pribadi yang berkarakter seperti para perawi hadits.

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.