Alasan Nabi Menjelaskan 99 Asmaul Husna itu 100 Kurang 1 | Mulla 'Aliyy Al-Qari | 082140888638
Mulla 'Aliyy Al-Qari menerangkan, "sebagian pensyarah Al-Mashabih berkata, sabdanya “seratus kecuali satu” adalah badal dari keseluruhan sebelumnya dari isim “inna” atau manshub dengan taqdir “a‘ni” (yang saya maksud), dan faedahnya adalah penegasan serta penguatan larangan menambah atau mengurangi karena nama-nama Allah bersifat tauqifiyyah, serta agar tidak tertukar “sembilan puluh sembilan” dengan “sembilan puluh tujuh” atau “tujuh puluh tujuh” atau “tujuh puluh sembilan” akibat kesalahan penulisan dan kekeliruan pena sehingga timbul perbedaan antara yang didengar dan yang tertulis, maka penegasan ini untuk menutup pintu perselisihan dan sebagai bimbingan untuk berhati-hati dalam masalah ini, atau karena kemungkinan huruf waw bermakna “atau”, sebagaimana firman Allah, "tiga hari dalam haji dan tujuh hari apabila kalian kembali, itulah sepuluh yang sempurna" [QS. Al-Baqarah: 196]; [https://www.islamweb.net/ar/library/content/79/4559/]
Imam Al-Munawiyy turut menjelaskan, “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla memiliki sembilan puluh sembilan nama”, nama adalah suatu kata yang diletakkan untuk menunjukkan suatu yang dinamai, kapan ia diucapkan maka dipahami darinya makna yang dinamai tersebut, “seratus kurang satu”, Ar-Rafi‘iyy dalam Amalinya berkata, ungkapan itu disebutkan untuk menolak anggapan bahwa bilangan tersebut hanya sebagai pendekatan dan untuk menghilangkan kesamaran; Al-Baidhawiyy berkata, faedah penegasan ini adalah untuk memperkuat larangan menambah (nama-nama itu) dengan qiyas atau agar tidak tertukar antara sembilan puluh sembilan dengan sembilan puluh tujuh atau tujuh puluh tujuh atau tujuh puluh sembilan akibat kesalahan penulis dan kekeliruan pena sehingga timbul perbedaan antara yang didengar dan yang tertulis; dan bentuk muannats pada kata “wahidah” karena yang dimaksud adalah kata atau sifat atau penamaan; [https://www.islamweb.net/ar/library/content/304/4765/]




Post a Comment