Benarkah Ada Khadam Malaikat di Setiap Asma Masing-masing Asmaul Husna? | Brilly El-Rasheed | 082140888638
![]() |
| 082140888638 Souvenir Islami Flash Card Syariah Poster Lipat Asmaul Husna |
Setiap amal manusia pasti dicatat malaikat. Malaikat sebagai saksi yang melaporkannya kepada Allah. Malaikat jumlahnya hanya Allah yang tahu karena amat sangat banyak. Malaikat juga mengaminkan doa. Doa ini diaminkan malaikat ini, doa itu diaminkan malaikat itu, berganti-ganti. Sebagaimana amal ini dicatat malaikat ini, amal itu dicatat malaikat itu. Malaikat yang ada di sekitar masing-masing manusia berbeda-beda.
Allah Yang Maha Tinggi telah menetapkan malaikat penjaga untuk melindungi dan mengawasi setiap manusia; Dia berfirman (yang artinya), “Bagi setiap orang ada malaikat-malaikat yang mendahului dan mengikutinya yang melindunginya dengan ketetapan Allah…” [QS. Al-Hijr (13): 11]
Imam Ibnu Katsir menulis, “ Ada empat malaikat di malam hari dan empat malaikat di siang hari. Dua malaikat, di sebelah kanan dan kiri, mencatat amal perbuatannya. Malaikat di sebelah kanan mencatat amal kebaikannya dan malaikat di sebelah kiri mencatat amal keburukannya. Dua malaikat lainnya menjaga dan melindunginya, satu dari belakang dan satu dari depan. Jadi, ada empat malaikat di siang hari dan empat lainnya di malam hari. ” [Tafsir Ibnu Katsir]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu yang sama.” [Shahih Muslim]
Setiap manusia mempunyai pendamping tetap alias besti (qarin) dari kalangan malaikat juga. ‘Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan bahwa Nabi shallallaahu ʻalaihi wa sallam bersabda, " Tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan yang diberi pendamping tetap dari kalangan jin dan pendamping tetap dari kalangan malaikat." [Shahih Muslim]
Mulla ʻAliyy Al-Qari mengomentari hadits tersebut, " Hadits ini merujuk kepada malaikat yang ditunjuk sebagai pendamping tetap (qarin) bagi setiap manusia untuk mengilhaminya dengan kebaikan dan kebajikan, dan malaikat itu dikenal sebagai 'Al-Mulhim' (yang berarti pemberi ilham)...”
Seseorang membaca Asmaul Husna berarti sedang beramal. Seseorang memanggil Allah dengan Asmaul Husna berarti sedang berdoa. Seseorang menulis Asmaul Husna berarti berbuat baik. Demikian pula mengajarkan Asmaul Husna dan mempraktikkannya. Semua yang dilakukan manusia dengan Asmaul Husna tentu dicatat malaikat kemudian mereka laporkan kepada Allah. Pada saat itu berarti malaikat sudah membantu manusia agar doa-doa lebih dikabulkan Allah.
Malaikat bukan pengabul doa, Allah Al-Mujib (Maha Pengabul Doa). Malaikat hanyalah khadam (pembantu) bagi manusia untuk menyampaikan doa kepada Allah. Allah As-Sami' (Maha Mendengar) tapi Allah menciptakan malaikat untuk mencatat amal manusia dan melaporkan kepada Allah. Jadi Allah memang menjadikan malaikat sebagai khadam (pembantu) manusia dalam hal menyampaikan catatan amal ke hadirat Allah Al-Bashir (Maha Melihat).
Ketika manusia memanjatkan doa kepada Allah Al-Khabir sembari membaca Asmaul Husna Al-Fattah berkali-kali karena ingin mendapatkan pertolongan Allah secara cepat dalam kondisi mendesak maka malaikat membantu pendoa tersebut dengan cara menyampaikan amalnya itu kepada Allah lalu Allah memberi pertolongan. Aksiomatika inilah yang dimaksud dengan keberadaan khadam dari kalangan bangsa malaikat.
Jangan meminta kepada malaikat, mintalah kepada Allah. Malaikat tidak bisa mewujudkan doa kita. Malaikat hanya membantu menyampaikan kepada Allah. Demikian selanjutnya dengan seluruh Asmaul Husna lainnya. Yang namanya doa, belum tentu Allah mewujudkan sesuai ekspektasi (imajinasi), karena Allah punya iradah (kehendak) sendiri. Sehebat-hebatnya khadam malaikat, Allah tetap yang memegang kendali. Jadi jangan tawakkal kepada pendoa sakti tapi tawakkal kepada Allah Al-Ahad.
Sebagai dalil tambahan, ada hujjah bahwa bisa jadi sebuah amal sederhana dihadiri dan disaksikan banyak malaikat kemudian mereka berebut melaporkan kepada Allah, ini contohnya.
عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِىِّ قَالَ كُنَّا يَوْمًا نُصَلِّي وَرَاءَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم ، فَلَمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ قَالَ : سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ : رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ . فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ : مَنِ الْمُتَكَلِّمُ ؟ قَالَ : أَنَا . قَالَ : رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًايَبْتَدِرُونَهَا ، أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُُ
Rifa’ah bin Rafi’ berkata, ‘Kami pernah shalat bersama Rasulullah, saat bangun dari ruku’ ia membaca, ‘Sami’allahu liman hamidah.” Tiba-tiba ada seorang sahabat yang membaca, ‘Rabbana wa lalakal-hamd hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi (wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah). Setelah selesai shalat, Rasul bertanya, ‘Siapa yang mengucapkan kalimat itu?’ Sahabat itu berkata, ‘Saya Rasulullah.’ Kemudian Rasulullah berkata, ‘Saya melihat sekitar tiga puluhan malaikat berloma-lomba untuk siapa pertama kali yang mencatat (pahalanya),’” [Shahih Al-Bukhariyy]
![]() |
Asmaul Husna Universe merupakan lembaga pusat pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan [pusdiklatlitbang] Asmaul Husna. Asmaul Husna Universe berkantor di Jl. Hayam Wuruk no. 1, RT. 03 RW. 05, Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, 62253. Untuk kerjasama bisa melalui https://wa.me/082140888638 atau asmaulhusnauniverse@gmail.com. Harga all varian buku saku lipat harmonika Asmaul Husna @Rp 3.000,- [disc. up to 50 %]. Dukung pendirian Asmaul Husna World, sebuah permanent exhibition media pembelajaran dan artefak Asmaul Husna gratis.
Oleh Ust. H. Brilly El-Rasheed, S.Pd., M.Pd., C.Ed. [Founder Asmaul Husna Universe]
www.asmaulhusna.or.id
www.tiktok.com/@gudangkitabsuci
www.shopee.co.id/brillyelrasheed
https://toco.id/store/asmaulhusnauniverse




Post a Comment