Manfaat Belajar Sirah Nabawiyyah dari Buku Bukan Medsos | Brilly El-Rasheed | 08240888638
Belajar agama Islam merupakan kegiatan wajib setiap muslim sejak baligh sampai wafat. Belajar agama Islam adalah mempelajari apa saja yang terkait dengan Allah, Rasulullah dan Syari’at itulah al-ushul ats-tsalatsah (tiga pokok). Belajar agama Islam artinya fiqih (pemahaman) tentang Allah, Rasulullah dan Syari’at. Belajar agama Islam butuh waktu yang amat sangat panjang bahkan tidak terbatas. Hatta umur seseorang habis untuk belajar agama Islam, Islam belum selesai dipelajari orang tersebut. Islam punya banyak aspek keilmuan diantaranya Al-Qur`an, As-Sunnah, ‘Aqidah, ‘Ibadah, Akhlaq, Tarikh (sejarah), Thibb (Pengobatan), Mu’amalah Maliyah (Ekonomi), Hukum, Lughah (Bahasa), dan lain-lain. Dalam belajar agama Islam kita tidak bisa melupakan aspek tarikh (sejarah). Tarikh yang terpenting ialah tarikh Rasulullah.
Menurut Syaikh Prof. Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthiyy dalam Sirah Nabawiyah, “tujuan mengkaji sejarah hidup Nabi Muhammad adalah agar setiap Muslim memperoleh gambaran tentang hakikat Islam secara paripurna.” Kita tidak akan paham Islam kalau kita tidak mengetahui secara lengkap peristiwa-peristiwa hidup Rasulullah. Kalau kita belajar agama Islam dengan mengesampingkan Sirah Nabawiyyah maka hasil pemahaman kita pasti aneh dan nyeleneh. Melalui literatur Sirah Nabawiyah, kita dapat mengumpulkan tsafaqah (wawasan) Islam yang benar, baik yang menyangkut aqidah, hukum maupun akhlaq karena kehidupan Rasulullah tidak diragukan lagi mengenai gambaran kongkrit agama Islam. Dus, mempelajari sirah Rasulullah bukan sekadar telaah histori Makkah-Madinah melainkan ikhtiar menemukan pedoman hidup yang relevan untuk setiap zaman.
Kitab Sirah Nabawiyyah yang mega best seller di Indonesia berkat GMV Tiktok adalah Sirah Nabawiyyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuriyy, seorang ulama Prindavan, yang berjudul Ar-Rahiq Al-Makhtum ternyata merujuk Asy-Syifa Bi Ta’rif Huquq Al-Mushthafa. Syaikh Dr. Mushthafa As-Siba’iyy dalam As-Sirah An-Nabawiyyah Durus wa ‘Ibar memasukkan Kitab Asy-Syifa dalam daftar kitab Sirah Nabawiyyah primer sepopuler Asy-Syama`il Al-Muhammadiyyah karya Imam At-Tirmidziyy, Zad Al-Ma’ad karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Syaikh Muhammad Al-Khudhariyy Beik menyusun kitab Nurul-Yaqin fi Sirah Sayyidil-Mursalin juga banyak mengutip dan merujuk Kitab Asy-Syifa Bi Ta’rif Huquq Al-Mushthafa. Kitab Asy-Syifa Bi Ta’rif Huquq Al-Mushthafa yang terbit pada abad keenam hijriyyah ini (sekarang abad ke 15 hijriyyah) tergolong ke dalam Kitab Sirah Nabawiyyah.
Algoritma media sosial memacu para influencer untuk berbanyak-banyak konten sehingga minim koreksi bahkan referensi. Tidak sedikit content creator yang membuat video & infografis seputar Sirah Nabawiyyah namun tanpa dasar melainkan hanya berdasar sense (rasa). Bahaya! Ayo baca Kitab Asy-Syifa Bi Ta’rif Huquq Al-Mushthafa.



Post a Comment