Cara Berakhlaq (Takhalluq) Sesuai Asmaul Husna | Mulla 'Aliyy Al-Qari | 082140888638
Mulla 'Aliyy Al-Qari menjelaskan, "sabdanya “barang siapa menghitungnya” yakni menghafalnya sebagaimana ditafsirkan oleh kebanyakan ulama dan sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat yang shahih, karena hafalan diperoleh dengan menghitung dan mengulang keseluruhannya sehingga ihsha’ menjadi kinayah dari hafalan, atau bermakna membatasinya dengan perhitungan dan enumerasi, serta ilmu dan iman, atau mampu melaksanakannya dengan menunaikan hak-haknya dan mengamalkan konsekuensinya, yaitu dengan memperhatikan makna-maknanya lalu menuntut dirinya untuk merealisasikan kandungan sifat-sifat rububiyyah (ketuhanan) dan hukum-hukum ubudiyyah (penghambaan) sehingga ia berakhlaq dengannya;
Ibnu Al-Malak berkata, seperti seseorang mengetahui bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat, maka ia menahan lisannya dan pendengarannya dari sesuatu yang tidak boleh, dan demikian pula pada seluruh nama-nama yang lain.
Adapun “berakhlaq dengan Asmaul Husna”, maka hal itu telah dijelaskan secara luas oleh Imam Al-Ghazaliyy dalam kitab Al-Maqshid Al-Asna. Dikatakan bahwa setiap nama Allah dapat dijadikan sarana takhalluq (meneladani maknanya dalam batas kehambaan), kecuali lafazh “Allah”, karena ia bukan untuk diteladani melainkan untuk ta‘alluq (mengikat perasaan & pikiran sepenuhnya kepada-Nya).
Adapun sabda “ia masuk Surga”, Ath-Thibiyy menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan siapa yang mengihshā` (menghafal, memahami, dan mengamalkan) Asmaul Husna akan masuk Surga, dan hal itu tidak bertentangan dengan kemungkinan bahwa orang yang menambah penghayatan terhadap nama-nama tersebut akan memperoleh derajat yang lebih tinggi di Surga. Sebab dalam riwayat Sunan Ibnu Majah disebutkan nama-nama yang tidak ada dalam riwayat lain, seperti At-Tamm, Al-Qadim, Al-Witr, Asy-Syadid, Al-Kafi, dan Al-Abad, dan juga dalam Al-Qur’an terdapat nama-nama lain seperti Al-Majid, Ar-Rabb, Al-Akram, Al-A‘la, Ahkamul-Hakimin, Arhamur-Rahimin, Ahsanul-Khaliqin, Dzu Ath-Thaul, Dzul-Quwwah, Dzul-Ma‘arij, Dzul-‘Arsy, Rafi‘ud-Darajat, dan selainnya, termasuk pula Rabbul-‘Alamin dan Maliki Yaumid-Din.
[https://www.islamweb.net/ar/library/content/79/4562/]




Post a Comment