Asal Usul Lafazh Nama Allah dalam Bahasa Arab | Mulla 'Aliyy Al-Qari | 082140888638
Mulla 'Aliyy Al-Qari membeberkan, "dan dikatakan bahwa lafazh Allah asalnya dari kata “laha” dalam bahasa Suryani lalu diarabisasi, dan dikatakan pula bahwa ia adalah lafazh Arab yang ‘diletakkan’ sejak asalnya (azaliyy), karena Dzat-Nya dari sisi hakikat-Nya tanpa pertimbangan apa pun adalah perkara hakiki yang tidak dapat dipahami manusia, maka manusia tidak mampu menetapkan lafazh maupun memberi isyarat kepada-Nya secara mutlak, akan tetapi ketika lafazh itu telah dominan sehingga tidak digunakan untuk selain-Nya dan menjadi seperti isim ‘alam, maka diperlakukan seperti itu dalam penyandaran sifat-sifat kepada-Nya, serta tidak bolehnya digunakan sebagai sifat dan tidak adanya kemungkinan penyekutuan pada-Nya, dan makna lafazh Allah adalah yang berhak untuk disembah; kemudian dikatakan bahwa ia musytaq (derivasi/kata turunan) dari “alaha” seperti “‘abada” baik dari segi wazan, makna, maupun tasharruf sehingga “ilah” bermakna “ma`luh”, dan dikatakan dari “laha yalihi lahan wa lahan” yaitu tertutup dan tinggi karena Dia tertutup dari penglihatan mata dan Maha Tinggi dari apa yang tidak layak bagi-Nya, dan dikatakan dari “aliha” yaitu bingung dan sangat cinta karena akal-akal menjadi bingung dalam mengetahui sifat-sifat-Nya apalagi Dzat-Nya, dan dikatakan dari “aliha” yaitu takut karena manusia merasa takut dari-Nya dan kepada-Nya, dan dikatakan dari “alahtu ila kadza” yaitu condong dan tenang kepadanya karena qalbu menjadi tenteram dengan mengingat-Nya dan ruh menjadi tenang dengan mengenal-Nya; dan nama ini (lafazh Allah) menurut kebanyakan ulama adalah Al-Ism Al-A’zham dari sembilan puluh sembilan nama karena menunjukkan Dzat yang menghimpun seluruh sifat ketuhanan,"
Yuk belanja buku digital untuk support Syi'ar Asmaul Husna
%20(7).png)



Post a Comment