Jumlah 99 Asmaul Husna dalam Hadits Nabi Bukan Pembatasan | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Imam Al-Munawiyy mensyarahi,
وَهَذَا الْعَدَدُ لَا يَدُلُّ عَلَى الْحَصْرِ هُنَا فَقَدْ ثَبَتَ فِي الْكِتَابِ: الرَّبُّ الْمَوْلَى النَّصِيرُ الْمُحِيطُ الْكَافِي الْعَلَّامُ وَغَيْرُ ذَلِكَ وَفِي السُّنَّةِ: الْحَنَّانُ الْمَنَّانُ الْجَمِيلُ وَغَيْرُهَا وَخَصَّهَا بِالذِّكْرِ لِكَوْنِهَا أَشْهَرَ لَفْظًا وَأَظْهَرَ مَعْنًى وَهَذَا ذَكَرَهُ الْقَاضِي وَسَيَجِيءُ عَنِ الطِّيبِيُّ مَا يَرُدُّهُ
dan bilangan ini tidak menunjukkan pembatasan di sini, karena telah tetap (tsabit) dalam Al-Kitab nama-nama seperti Ar-Rabb, Al-Maula, An-Nashir, Al-Muhith, Al-Kafi, Al-‘Allam dan selainnya, dan dalam As-Sunnah terdapat nama-nama seperti Al-Hannan, Al-Mannan, Al-Jamil dan selainnya, dan penyebutan yang sembilan puluh sembilan itu dikhususkan karena lebih masyhur secara lafazh dan lebih jelas maknanya, dan ini disebutkan oleh Al-Qadhi, dan akan datang dari Ath-Thibiyy apa yang membantahnya;
(إِنَّهُ وِتْرٌ) أَيْ فَرْدٌ (يُحِبُّ الْوِتْرَ) أَيْ يُثِيبُ عَلَيْهِ وَيَرْضَاهُ وَيَقْبَلُهُ (وَمَا مِنْ عَبْدٍ) أَيْ إِنْسَانٍ (يَدْعُو) اللَّهَ بِهَا أَيْ بِهَذِهِ الْأَسْمَاءِ (إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ) أَيْ دُخُولُهَا مَعَ السَّابِقِينَ أَوْ بِغَيْرِ سَبْقِ عَذَابٍ بِشَرْطِ صِدْقِ النِّيَّةِ وَخُلُوصِ الطَّوِيَّةِ.
“sesungguhnya Dia Maha Esa (witir)” yakni tunggal, “Dia menyukai yang witir” yakni memberi pahala atasnya, meridhainya dan menerimanya, “dan tidaklah seorang hamba” yakni manusia “berdoa kepada Allah dengannya” yakni dengan nama-nama tersebut “melainkan wajib baginya surga” yakni masuk ke dalamnya bersama orang-orang yang terdahulu atau tanpa didahului adzab dengan syarat kejujuran niat dan kemurnian batin; [https://www.islamweb.net/ar/library/content/304/4765/]
.png)

Post a Comment