Keunggulan Kitab Asy-Syifa di Atas Seluruh Kitab Sirah Nabawiyyah, Dalail, Madaih, Syamail & Khashaish | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Semua penuntut ilmu hampir pasti mengenal Asy-Syifa, karya monumental Al-Qadhi Iyadh. Kitab ini bukan sekadar bacaan tentang adab Nabawiyy, melainkan rujukan besar dalam pengenalan kedudukan Rasulullah, yang sejak berabad-abad lalu menjadi pegangan para ulama lintas mazhab. Ada ulama bilang, Al-Qadhi 'Iyadh dengan Asy-Syifa-nya itu seperti Imam Al-Bukhariyy dengan Shahihnya, atau seperti imam-imam madzhab yang empat dengan madzhab mereka. Aneh sekali rumah seorang muslim tidak ada kitab Asy-Syifa atau terjemahan Asy-Syifa. Sampai ada ulama yang saking mengidolakannya kitab Asy-Syifa berkata,
لولا الشفا لما عرف المصطفى ﷺ
"Seandainya tidak ada kitab Asy-Syifa niscaya tidak akan dikenal (dengan baik Nabi Muhammad) Al-Mushthafa ﷺ."
Syaikh Prof. Dr. ‘Adnan Zuhar mengatakan, “‘Iyadh menulis Asy-Syifa dengan ‘tinta dari Sang Ghaib’. Tidak pernah dalam perjalanan Islam ada kitab yang ditulis sehebat Asy-Syifa. ‘Iyadh telah menciptakan disiplin ilmu baru yang otonom dalam Sirah Nabawiyyah.” [https://www.youtube.com/watch?v=LmuhkRUGm0s]
Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah bin Najib bin Salim ulama asal Suriah yang pernah belajar di Al-Azhar lalu menjadi pejabat Kementerian Waqaf Kuwait, menyebutkan, “Ibnu Hajar Al-’Asqalaniyy setiap mengkhatamkan kitab Asy-Syifa menyenandungkan qashidah, “Jika qalbu sakit akibat dosa, yakin bisa sehat dengan Asy-Syifa… dst.” Kitab ini bisa dikhatamkan dalam 10 jam. Diantara pengalaman empiris, siapa yang sedang ada masalah, utang, sakit yang tidak ada obatnya, lalu Kitab Asy-Syifa dibaca, maka akan bebas dari itu semua.”
[https://www.youtube.com/watch?v=E35cjY5YMjU]
Shaykh Dr. Shadee Elmasry meyakinkan, “Asy-Syifa ini buku yang hebat. Ditulis oleh Al-Qadhi ‘Iyadh. Imam An-Nawawiyy saja dalam syarah shahih muslim setiap kali menulis syarah hadits hampir selalu menukil al-qadhi ‘iyadh.”
Syaikh Fauziyy Konate pernah mengutip pernyataan aimmah bahwa kitab asy-Syifa karya Qadhi Iyadh itu tidak boleh diresume/diikhtishar. Karena setiap kata penting, dan setiap kalimat tidak bisa dilewatkan. Sebagaimana namanya, asy-Syifya, yang bermakna obat atau penawar, kitab ini biasanya dibaca ketika ada musibah melanda sebagai tawassul karena kitab itu membicarakan sejarah dan keagungan Rasulullah ﷺ.
Kitab Asy-Syifa bukan sekadar sebuah kitab sirah atau syamail, tetapi ia adalah manifestasi cinta seorang hamba kepada junjungan besar Nabi Muhammad ﷺ. Ia sangat sesuai dibaca oleh sesiapa yang ingin mendalami hakikat kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah ﷺ. Kitab ini juga menjadi benteng bagi umat Islam dalam mempertahankan kemuliaan baginda daripada sebarang penghinaan atau salah faham.
Manuskrip kitab Asy-Syifa juga tidak terbilang sedikit. Ada 47 manuskrip di Perpustakaan Al-Asad Damaskus, 49 manuskrip di Perpustakaan Al-Azhar Kairo, 42 manuskrip di Darul Kutub dan 100 manuskrip di Perpustakaan Kerajaan Maroko di Ribath. Sebagai umat Nabi Muhammad, amat sangat rugi kalau kita tidak mengenal Nabi, apalagi sampai tidak cinta kepada beliau. Maka, dengan mengkaji sekaligus mengkhatamkan kitab Asy-Syifa ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan kepada Nabi, karena beliau adalah sosok manusia yang sempurna dan teladan abadi yang tak hilang ditelan masa. Syaikh Dr. ‘Abdul-Qadir Ath-Thahiriyy menuturkan, “Kitab Asy-Syifa ini berisi banyak kejutan terkait dengan nama Rasul, watak beliau, dan lain-lain. Kitab ini ditulis dalam situasi yang spesial yakni ketika itu sedang hangat diskusi antar agama utamanya agama Kristen. Al-Qadhi ‘Iyadh menyusun Asy-Syifa untuk menepis stigma dan framing kaum Nasrani terhadap Nabi pada masa itu.” [https://www.youtube.com/watch?v=KpLJEaOIOfw] Ustadz Muhammad Baydhowi Al-Bantani mendedahkan, “Ini kitab manfaatnya luar biasa. Belum ada kitab yang dikarang dalam sejarah Islam seperti Asy-Syifa. Orang beli kitab Asy-Syifa ditaruh di rumah walaupun ga bisa baca aman dari kebakaran. Sudah banyak bukti, dibacakan kitab Asy-Syifa kepada orang sakit parah bisa sembuh. Buat orang yang lagi banyak masalah, keluh kesah, dan bencana. Jadi kitab Asy-Syifa itu mujarrab, sesuai namanya, dibaca aja. Jangankan kitab Asy-Syifa, kitab Qira`at Syathibiyyah saja, Al-Ajurrimiyyah juga, andai di bawa di tas ke mana-mana maka menjadi hirz (pelindung).” [https://www.youtube.com/shorts/EQBMGuhQfK8]
Syaikh An-Namiriyy bin ‘Aliyy Alu Idris, ulama Wahhabiyy Jeddah KSA membully seseorang yang berkata kepada beliau bahwa Kitab Asy-Syifa diyakini banyak muslim diberkahi Allah, “Semoga Allah memberi hidayah kepadanya untuk mengikuti manhaj Ahlus-Sunnah dan meninggalkan ajaran shufiyy. Mereka (para shufiyy) memuliakan Kitab Riyadhush-Shalihin dan membacanya tapi tidak paham sama sekali isinya. (Demikian itu sikap mereka terhadap Kitab Asy-Syifa).” [https://www.youtube.com/watch?v=_T1yw_0f-zg]



Post a Comment