Header Ads

Beda Asmaul Husna Al-Quddus dan As-Salam | Mulla 'Aliyy Al-Qari | 082140888638

082140888638 Gerakan Nasional Indonesia Ber-Asmaul Husna

Mulla 'Aliyy Al-Qari menerangkan perbedaan (distingsi) antara Asmaul Husna Al-Quddus dan As-Salam,
(Al-Quddus) yaitu Yang Maha Suci dari segala kekurangan, dan tugas orang yang ma‘rifat dari nama Al-Malik adalah mengetahui bahwa Dia Maha Kaya secara mutlak dari segala sesuatu sedangkan selain-Nya membutuhkan-Nya dalam wujud dan kelangsungannya serta tunduk pada hukum-Nya, maka ia pun tidak bergantung kepada manusia, menguasai dirinya sendiri yaitu qalbu dan jasadnya, serta mengendalikan kekuatan dan anggota tubuhnya untuk kebaikan dunia dan Akhirat, dan dalam maknanya dikatakan bahwa siapa yang menguasai dirinya maka ia merdeka, sedangkan hamba adalah yang dikuasai oleh hawa nafsunya.
Al-Qusyairiyy berkata, Barang siapa mengetahui bahwa Allah Ta‘ala adalah Al-Quddus (Maha Suci), maka semangatnya akan naik untuk memohon agar Allah menyucikannya dari segala aib dan penyakit batin, serta membersihkannya dari noda dosa dalam seluruh keadaannya. Ia pun berusaha membersihkan waktunya dari segala kekeruhan, dan selalu kembali kepada Allah dengan sebaik-baik permohonan pertolongan dalam setiap waktu. Sesungguhnya siapa yang Allah sucikan lisannya dari ghibah, maka Allah akan mensucikan qalbunya dari ghibah. Dan siapa yang Allah sucikan rahasianya (batinnya) dari hijab (penghalang), maka ia akan dekat dengan kedekatan yang hakiki.

Dikisahkan dari Ibrahim bin Ad-ham bahwa ia pernah melewati seorang mabuk yang tergeletak di jalan dan telah muntah. Ia melihatnya lalu berkata, “Dengan lisan apa ia terkena musibah ini, padahal lisan itu pernah digunakan untuk berdzikir kepada Allah?” Lalu ia membersihkan mulut orang itu. Ketika orang itu sadar dan diberi tahu, ia pun malu dan bertaubat. Kemudian Ibrahim bermimpi, seakan ada yang berkata kepadanya, “Engkau membersihkan mulutnya karena Kami, maka Kami membersihkan qalbumu karena itu.”

082140888638 Kitab Asy-Syifa Karya Al-Qadhi 'Iyadh Terjemahan Bilingual Arab-Indo

(As-Salām): adalah mashdar yang digunakan untuk makna mubalaghah, yaitu Dzat yang selamat dari segala cacat secara mutlak, baik pada Dzat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Dia adalah yang Dzat-Nya suci dari kekurangan dan kejadian, sifat-Nya suci dari cacat, dan perbuatan-Nya suci dari keburukan murni. Maka ini termasuk nama-nama tanzih (pensucian Allah). Ada pula yang menafsirkan bahwa maknanya adalah Dzat yang memberi keselamatan kepada hamba dari rasa takut dan kebinasaan, sehingga kembali kepada sifat qudrah, dan itu merupakan sifat Dzat Allah.
Dan ada pula yang mengatakan, Dia yang memberi salam kepada orang-orang beriman di Surga, sebagaimana firman-Nya, “Salam sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” Perbedaan antara Al-Quddus dan As-Salam adalah bahwa Al-Quddus menunjukkan kesucian dari kekurangan yang berasal dari dzat itu sendiri sedangkan As-Salam menunjukkan kesucian dari kekurangan yang datang karena sebab luar atau perbuatan.
Senada dengan itu, dikatakan pula, Al-Quddus berkaitan dengan apa yang tidak pernah berubah (azaliyy), sedangkan As-Salam berkaitan dengan yang terus berlangsung (abadiyy). Adapun tugas orang yang ma‘rifat adalah mewujudkan makna ini dalam dirinya, sehingga qalbunya selamat dari dendam, hasad, khianat, dan keinginan buruk, serta anggota tubuhnya selamat dari perbuatan dosa. Ia juga menjadi orang yang membawa keselamatan bagi sesama muslim, dan mengucapkan salam kepada siapa pun, baik dikenal maupun tidak. Sebagian orang arif berkata, “Hamba yang selamat adalah yang bersih dari pelanggaran, baik secara lahir maupun batin, serta terbebas dari aib zhahir-bathin.
[https://www.islamweb.net/ar/library/content/79/4562/]

082140888638 Souvenir Islami Flash Card Syar’i Buku Saku Lipat Asmaul Husna



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.