Header Ads

Macam-macam Iman Kepada Asmaul Husna Allah | Mulla 'Aliyy Al-Qari | 082140888638

082140888638 Buku Terjemah Kitab Asy-Syifa




2288 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : " إِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ ، الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ، الْمَلِكُ ، الْقُدُّوسُ ، السَّلَامُ ، الْمُؤْمِنُ ، الْمُهَيْمِنُ ، الْعَزِيزُ ، الْجَبَّارُ ، الْمُتَكَبِّرُ ، الْخَالِقُ ، الْبَارِئُ ، الْمُصَوِّرُ ، الْغَفَّارُ ، الْقَهَّارُ ، الْوَهَّابُ ، الرَّزَّاقُ ، الْفَتَّاحُ ، الْعَلِيمُ ، الْقَابِضُ ، الْبَاسِطُ ، الْخَافِضُ ، الرَّافِعُ ، الْمُعِزُّ ، الْمُذِلُّ ، السَّمِيعُ ، الْبَصِيرُ ، الْحَكَمُ ، الْعَدْلُ ، اللَّطِيفُ ، الْخَبِيرُ ، الْحَلِيمُ ، الْعَظِيمُ ، الْغَفُورُ ، الشَّكُورُ ، الْعَلِيُّ ، الْكَبِيرُ ، الْحَفِيظُ ، الْمُمِيتُ ، الْحَسِيبُ ، الْجَلِيلُ ، الْكَرِيمُ ، الرَّقِيبُ ، الْمُجِيبُ ، الْوَاسِعُ ، الْحَكِيمُ ، الْوَدُودُ ، الْمَجِيدُ ، الْبَاعِثُ ، الشَّهِيدُ ، الْحَقُّ ، الْوَكِيلُ ، الْقَوِيُّ ، الْمَتِينُ ، الْوَلِيُّ ، الْحَمِيدُ ، الْمُحْصِي ، الْمُبْدِئُ ، الْمُعِيدُ ، الْمُحْيِي ، الْمُمِيتُ ، الْحَيُّ ، الْقَيُّومُ ، الْوَاجِدُ ، الْمَاجِدُ ، الْوَاحِدُ ، الصَّمَدُ ، الْقَادِرُ ، الْمُقْتَدِرُ ، الْمُقَدِّمُ ، الْمُؤَخِّرُ ، الْأَوَّلُ ، الْآخِرُ ، الظَّاهِرُ ، الْبَاطِنُ ، الْوَالِي ، الْمُتَعَالِي ، الْبَرُّ ، التَّوَّابُ ، الْمُنْتَقِمُ ، الْعَفُوُّ ، الرَّءُوفُ ، مَالِكُ الْمُلْكِ ، ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ، الْمُقْسِطُ ، الْجَامِعُ ، الْغَنِيُّ ، الْمُغْنِي ، الْمَانِعُ ، الضَّارُّ ، النَّافِعُ ، النُّورُ ، الْهَادِي ، الْبَدِيعُ ، الْبَاقِي ، الْوَارِثُ ، الرَّشِيدُ ، الصَّبُورُ . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي " الدَّعَوَاتِ الْكُبْرَى " وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ : هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ .

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, siapa yang meng-ihsha`-nya maka pasti masuk Surga, Dialah Allah Yang tidak ada tuhan yang benar selain Dia, Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik,... dst. sampai Ash-Shabur.” Diriwayatkan At-Tirmidziyy dan Al-Baihaqiyy dalam Ad-Da’awat Al-Kubra.

Mulla 'Aliyy Al-Qari menguraikan,
dan ucapannya “yang tidak ada ilah (tuhan) yang benar selain Dia” adalah khabarnya, dan jumlah itu adalah khabar bagi yang pertama, dan isim maushul beserta shilahnya menjadi sifat bagi Allah, dan bagi kalimat ini (la ilaha illa Allah) terdapat beberapa tingkatan, pertama, seseorang mengucapkannya sebagai orang munafiq tanpa pembenaran, dan hal itu bermanfaat baginya di dunia berupa terjaganya darahnya serta terlindunginya harta dan keluarganya; kedua, bergabung dengannya ikatan qalbu semata-mata karena taqlid, dan dalam keabsahannya terdapat perbedaan pendapat, dan yang shahih adalah sah; ketiga, adanya keyakinan yang diperoleh dari tanda-tanda dan kebanyakan ulama menganggapnya; keempat, adanya keyakinan yang pasti dari dalil yang qath’iyy dan ini diterima secara ijma’; kelima, orang yang mengucapkannya dalam keadaan tersingkap maknanya dan menyaksikannya dengan bashirahnya dan ini adalah tingkatan tertinggi; Ibnu Hajar berkata, apa yang dinukil dari Al-Asy’ariyy tentang tidak sahnya iman orang awam adalah kedustaan atasnya, padahal kebanyakan mereka pada hakikatnya bukanlah muqallid, tetapi hanya tidak mampu menyusun dalil sesuai kaidah ahli kalam, dan yang lebih utama dari ini adalah orang yang memiliki keyakinan yang berasal dari dalil zhanniyy, kemudian yang keyakinannya berasal dari dalil qath’iyy dan ia mengakuinya, maka tidak ada perselisihan tentang kesempurnaan imannya dan manfaatnya baginya di dunia dan Akhirat, adapun jika hanya dalam qalbu saja maka jika hal itu karena tidak mampu berbicara seperti bisu maka bermanfaat di dunia dan akhirat secara kesepakatan, dan jika tanpa ‘udzur maka tidak bermanfaat baginya di Akhirat menurut apa yang dinukil An-Nawawiyy dari ijma Ahlus Sunnah, akan tetapi Al-Ghazaliyy dan diikuti oleh sejumlah ulama muhaqqiqin berpendapat akan manfaatnya pada keduanya, aku berkata, namun dengan syarat tidak diminta pengakuan darinya, karena jika ia menolak setelah itu maka ia kafir secara ijma sebagaimana kasus Abu Thalib.

082140888638 Buku Terjemah Kitab Asy-Syifa




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.