Header Ads

Dalil Tasyakkuran Pembangunan Masjid | Brilly El-Rasheed | 082140888638

082140888638 Sirah Nabawiyah Syamail Muhammadiyah Biografi Rasulullah Sejarah Nabi Tarikh Rusul Siroh Rosul Kajian Sunnah Firanda Syafiq Khalid Yazid Jawas Amir Abdat Utsaimin Bin Baz Albani Fauzan


Banyak sekali amalan baik umat Islam yang dibid’ahkan. Sekadar tasyakkuran rampung pembangunan masjid sekaligus pembukaan ditandai dengan shalat berjama’ah bersama, makan bersama, belajar agama bersama, ramah tamah bersama, masih saja divonis muhdatsah. Kebahagiaan yang tidak mewujud menjadi kemaksiatan diakomodir oleh Allah. Luapan batin yang menjelma dalam tindakan nyata positif diapresiasi oleh Allah sebagai ekspresi syukur.


Imam bin Katsir Asy-Syafi’iyy Al-Asy’ariyy menukil,

فَقَالَ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبة الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَيُّوبَ بْنِ سُوَيْد حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي عَبْلَة عَنْ أَبِي الزَّاهِرِيَّةِ عَنْ رَافِعِ بْنِ عُمَيْرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: 

Imam Ath-Thabraniyy mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hasan bin Qutaibah Al-Asqalani, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ayyub bin Suwaid, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Abu Ablah, dari Abu Az-Zahiriyyah, dari Rafi' bin Umair yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah menceritakan kisah berikut,

"قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِدَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: ابْنِ لِي بَيْتًا فِي الْأَرْضِ. فَبَنَى دَاوُدُ بَيْتًا لِنَفْسِهِ قَبْلَ الْبَيْتِ الَّذِي أُمِرَ بِهِ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: يَا دَاوُدُ نَصَبْتَ بَيْتَكَ قَبْلَ بَيْتِي؟ قَالَ: يَا رَبِّ هَكَذَا قَضَيْتَ مَنْ مَلَكَ اسْتَأْثَرَ 

Allah berfirman kepada Dawud, "Buatkanlah sebuah rumah (peribadatan) untuk-Ku di bumi. Maka Dawud membangun sebuah rumah ibadah untuk dirinya sebelum membangun bait (rumah ibadah) yang di perintahkan agar ia membangunnya. Maka Allah menurunkan wahyu kepadanya, "Hai Dawud, engkau telah bangun rumah peribadatan untukmu sebelum engkau bangun rumah peribadatan untuk-Ku." Dawud menjawab, "Wahai Tuhanku, memang ini menurut naluriku sebagai seorang raja yang egois."

ثُمَّ أَخَذَ فِي بِنَاءِ الْمَسْجِدِ فَلَمَّا تَمَّ السُّورَ سَقَطَ ثَلَاثًا فَشَكَا ذَلِكَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ: يَا دَاوُدُ إِنَّكَ لَا تَصْلُحُ أَنْ تَبْنِيَ لِي بَيْتًا قَالَ: وَلِمَ يَا رَبِّ؟ قَالَ: لِمَا جَرَى عَلَى يَدَيْكَ مِنَ الدِّمَاءِ. قَالَ: يَا رَبِّ أَوْ مَا كَانَ ذَلِكَ فِي هَوَاكَ وَمَحَبَّتِكَ؟ قَالَ: بَلَى وَلَكِنَّهُمْ عِبَادِي وَأَنَا أَرْحَمُهُمْ 

Kemudian Dawud membangun masjid yang dimaksud, dan setelah temboknya berdiri ambruk —hal ini terjadi tiga kali— akhirnya Dawud mengadu kepada Allah. Maka Allah berfirman, "Hai Dawud, sesunguhnya kamu tidak layak untuk membangun rumah (peribadatan) untuk-Ku." Dawud bertanya', "Mengapa, wahai Tuhanku?" Allah menjawab, Karena banyak darah (kaum kafir) yang dialirkan oleh kedua tanganmu." Dawud berkata, "Wahai Tuhanku, bukankah hal itu terjadi demi kecintaan dan kesukaanku kepada Engkau?" Allah berfirman, "Bukan begitu, tetapi mereka juga adalah hamba-hamba-Ku, Aku kasihan kepada mereka."

فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: لَا تَحْزَنْ فَإِنِّي سَأَقْضِي بِنَاءَهُ عَلَى يَدَيِ ابْنِكَ سُلَيْمَانَ. فَلَمَّا مَاتَ دَاوُدُ أَخْذَ سُلَيْمَانُ فِي بِنَائِهِ 

Maka hal tersebut memberatkan Dawud, lalu Allah berfirman melalui wahyu-Nya, "Janganlah engkau bersedih, karena sesungguhnya Aku telah menetapkan pembangunannya di tangan anak laki-lakimu, yaitu Sulaiman." Setelah Dawud meninggal dunia, putranya (Sulaiman) membangun masjid tersebut.

فَلَمَّا تَمَّ قَرَّبَ الْقَرَابِينَ وَذَبَحَ الذَّبَائِحَ وَجَمَعَ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: قَدْ أَرَى سرورَك بِبُنْيَانِ بَيْتِي فَسَلْنِي أُعْطِكَ. 

Setelah pembangunan masjid selesai, Sulaiman menghadiah­kan qurban dan menyembelih banyak hewan sembelihan, lalu ia mengumpulkan semua kaum Bani Israil. Maka Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Sulaiman, "Aku telah melihat kegembiraanmu dengan selesainya perbangunan bait-Ku, maka mintalah kepada-Ku, Aku akan memberimu." 

قَالَ: أَسْأَلُكَ ثَلَاثَ خِصَالٍ حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَكَ وَمُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي وَمَنْ أَتَى هَذَا الْبَيْتَ لَا يُرِيدُ إلا الصلاة فيه خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ". 

Sulaiman berkata, "Aku memohon kepada-Mu tiga perkara, yaitu hukum yang sesuai dengan hukum-Mu, kerajaan yang tidak layak dimiliki oleh seorang pun sesudahku; dan barang siapa yang datang ke masjid ini dengan niat tiada lain kecuali melakukan shalat di dalamnya, maka bersihlah ia dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya." 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أما ثِنْتَانِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا وَأَنَا أَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ"

Maka Rasulullah bersabda, Adapun yang dua perkara Sulaiman telah diberinya; dan aku berharap semoga yang ketiga itu diberikan kepadaku. [Tafsir bin Katsir]


Nabi Sulaiman bin Nabi Dawud merayakan kesuksesan pembangunan Masjid Al-Aqsha dengan menghidangkan aneka hidangan diantaranya hewan sembelihan masak. Sajian makanan efektif menjadi sarana dakwah. Nabi Muhammad pun biasa menggelar acara makan bersama untuk kemudian menyelipkan pesan-pesan tauhid. Para sahabat juga biasa makan di masjid, 

كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ الْخُبْزَ وَاللَّحْمَ

“Kami dahulu makan roti dan daging di dalam masjid pada zaman Rasulullah.”

 

082140888638 Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Habib Habaib Hubabah Syarifah Sayyid Nahdlatul Wathan Wahabi Hizbut Tahrir Ikhwanul Muslimin Jama’ah Tabligh DDII LDII Wahdah

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.