Kitab yang Rutin Dibaca Ulama Pada Bulan Rabi'ul-Awwal | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Syaikh Dr. Saif bin ‘Aliyy Al-’Ashriyy menyebutkan, “Kitab ini sangat agung. Pecinta Nabi tidak pernah merasa cukup hanya membacanya sekali. Para ulama biasa mengulang-ulang membaca Kitab Asy-Syifa setiap tahun. Sebagian mereka ada yang membacanya pada bulan Rabi’ Al-Awwal, dari awal sampai khatam. Sebagian mereka membacanya di tempat yang mulia, misalnya mereka membawa Kitab Asy-Syifa ke Raudhah (di Masjid Nabawiyy) dan membacanya. Mereka membacanya demi menghidupkan kenangan tentang Nabi dalam jiwa generasi-generasi.”
Imam As-Suyuthiyy berkata dalam Jawahir dan Durar bahwa Kitab Asy-Syifa pernah dibacakan di sekitar kuburnya Imam Asy-Syafi'iyy, karena waktu itu sebagian Raja terdahulu mewaqafkan tempat dan uang bagi yang sibuk membaca Kitab Asy-Syifa di tempat tersebut.
Dalam kanal resmi Youtube Syaikh Prof. Dr. Muhammad Muhanna, Syaikh Prof. Dr. Ahmad Mamduh Sa’ad mempromosikan, “Para ulama selalu perhatian terhadap kitab ini baik dengan membaca dan membacakan baik dalam bentuk syarah maupun ta’liq. Mereka katakan kitab yang berkah dan mulia ini termasuk mujarrab untuk daf’ asy-syada`id (tangkal susah) dan raf’ al-baliyyat (tolak bala). Termasuk keistimewaan kitab ini adalah tidaklah ada di sebuah rumah lantas rumah itu bisa terbakar dan tidaklah ditaruh di sebuah kapal lantas kapal itu bisa tenggelam. Para ulama mendawami membaca kitab ini spesial pada bulan Ramadhan. Banyak juga ulama yang menamatkan kitab ini di samping kuburan Imam Asy-Syafi’iyy.”
Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah bin Najib bin Salim ulama asal Suriah yang pernah belajar di Al-Azhar lalu menjadi pejabat Kementerian Waqaf Kuwait, menyebutkan, “Ibnu Hajar Al-’Asqalaniyy setiap mengkhatamkan kitab Asy-Syifa menyenandungkan qashidah, “Jika qalbu sakit akibat dosa, yakin bisa sehat dengan Asy-Syifa… dst.” Kitab ini bisa dikhatamkan dalam 10 jam. Diantara pengalaman empiris, siapa yang sedang ada masalah, utang, sakit yang tidak ada obatnya, lalu Kitab Asy-Syifa dibaca, maka akan bebas dari itu semua.” [https://www.youtube.com/watch?v=E35cjY5YMjU]
Syaikh Prof. Dr. ‘Adnan Zuhar mengatakan, “‘Iyadh menulis Asy-Syifa dengan ‘tinta dari Sang Ghaib’. Tidak pernah dalam perjalanan Islam ada kitab yang ditulis sehebat Asy-Syifa. ‘Iyadh telah menciptakan disiplin ilmu baru yang otonom dalam Sirah Nabawiyyah.” [https://www.youtube.com/watch?v=LmuhkRUGm0s]
Syaikh Dr. Muhammad Al-Muhammadiyy menguraikan bahwa kitab Asy-Syifa mencakup tujuh ilmu seputar Nabi: siyar/maghazi, mukjizat/dalail, khashaih, syama`il, fadha`il, atsar (peninggalan Nabi), dan kejadian tertentu pada Nabi seperti seputar maulid, isra`-mi’raj, wafat beliau, dan lain-lain. [https://www.youtube.com/watch?v=fwveD1Rlw-s]
Syaikh Dr. Usamah bin Sa’id Mansiyy memuji, “Kitab Asy-Syifa ini menjawab problematika kita dewasa ini terkait diskursus kenabian dan kerasulan. Andai Anda membacanya dengan sangat cepat secepat membaca spesifikasi smartphone begitu baru membuka kunci layarnya, maka Anda akan langsung tahu kitab ini, kapan ditulis, dalam bidang apa, bahkan auto dapat sanad kepada para pendahulu. Kitab ini tersebar luas di penjuru barat dan timur, dibaca dengan banyak niat misalnya niat menyenangkan Rasulullah, memohon perlindungan Allah dari bala`, mendapatkan futuh seperti para ‘arifin, dan lain-lain.” [https://www.youtube.com/watch?v=blxxFGuBpKo]



Post a Comment