Kombinasi Asmaul Husna dalam Doa Nabi | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Asmaul Husna berjumlah amat sangat banyak bahkan tidak terbatas. Allah sajalah yang mengetahui jumlah Asmaul Husna. Kita diperintahkan untuk menggunakan salah satu, salah dua, salah tiga, atau banyak Asmaul Husna dalam setiap doa dan dzikir. Rasulullah meneladankan banyak formula kombinasi sejumlah Asmaul Husna.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا عُمَر بْنُ رَاشِدٍ الْيَمَامِيُّ، حَدَّثَنَا إِيَاسُ بْنُ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: مَا سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا دُعَاءً إِلَّا اسْتَفْتَحَهُ بِـ "سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّي الْأَعْلَى الْعَلِيِّ الْوَهَّابِ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami ‘Abdushshamad, telah menceritakan kepada kami Umar bin Rasyid Al-Yamamiyy, telah menceritakan kepada kami Iyas bin Salamah bin Al-Akwa’, dari ayahnya yang mengatakan bahwa tidak sekali-kali ia mendengar Rasulullah berdoa melainkan membukanya dengan bacaan, “Mahasuci Allah, Tuhanku Yang Mahatinggi, Yang Maha Tertinggi lagi Maha Pemberi.” [Tafsir bin Katsir]
Sedemikian penting Asmaul Husna untuk disebut-sebut dalam segala doa dan dzikir. Kita biasa memuji-muji seseorang yang kita harap-harapkan pertolongannya. Lebih-lebih Allah. Allah amat sangat senang dipuji dan memuji. Kita memuja-memuji Allah lantaran Allah memuji kita atas kesadaran kita tentang Allah yang satu-satunya berhak dipuji secara benar.
Sejatinya berdoa adalah berdzikir dan berdzikir adalah berdoa. Sepanjang hidup kita diuji oleh Allah terkait ketulusan kita dalam berdoa. Jangan-jangan kita berdoa hanya karena ingin atau Butuh sesuatu. Sementara doa sebenarnya adalah wujud kita memuji Allah. Artinya ketika apa yang kita panjatkan Dalam Doa tidak kunjung terwujud maka kita tidak boleh memvonis doa tidak ada gunanya. Kita berdoa semestinya adalah dengan niat memuji Allah melalui isi permohonan kita.
Asmaul Husna sebagai identitas Allah memiliki sisi lain. Asmaul Husna hak milik Allah yang sudah diberikan-Nya kepada manusia. Allah memfirmankan iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in namun sudah diberikan-Nya kepada manusia sebagai ikrar mereka kepada Allah. Allah mengajarkan Asmaul Husna agar menjadi ucapan pujian manusia kepada Allah. Andai manusia tidak diajarkan bahasa untuk ‘membahasakan’ Allah dengan segala Asmaul Husna-Nya, tentu manusia tidak punya standar tentang Allah dan kemanusiawian.
Ber-Asmaul Husna Setiap Sebelum Tidur
https://www.asmaulhusna.or.id/2026/08/setiap-sebelum-tidur-kita-dituntunkan.html
Ber-Asmaul Husna Setiap Ruku' dan Sujud Semua Shalat
https://www.asmaulhusna.or.id/2026/06/shalat-merupakan-ibadah-yang-paling.html
Ber-Asmaul Husna Setiap Selesai Witir
https://www.asmaulhusna.or.id/2026/06/ternyata-kita-ber-asmaul-husna-setiap.html
Ber-Asmaul Husna Setiap Buka Puasa
https://www.asmaulhusna.or.id/2026/03/doa-buka-puasa-pakai-asmaul-husna.html
Ber-Asmaul Husna Setiap Terbangun Malam
https://www.asmaulhusna.or.id/2026/08/ternyata-setiap-bangun-tidur-kita.html



Post a Comment