Header Ads

Keistimewaan Kitab Al-Mizan Al-Kubra atau Al-Mizan Asy-Sya'raniyyah | Syaikh 'Abdul-Wahhab Asy-Sya'raniyy | 082140888638

082140888638 Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Habib Habaib Hubabah Syarifah Sayyid Nahdlatul Wathan Wahabi Hizbut Tahrir Ikhwanul Muslimin Jama’ah Tabligh DDII LDII Wahdah

Syaikh 'Abdul-Wahhab Asy-Sya'raniyy menelorkan karya tulis yang mindblowing berjudul Al-Mizan Al-Kubra. Masterpiece ulama Mesir bermadzhab Asy'ariyy-Syafi'iyy-Syadziliyy ini menjadi pedoman beragama lintas madzhab bahkan harakah (gerakan/movement). Elaborasi-elaborasi yang dititahkan dalam kitab bernama lain Al-Mizan Asy-Sya'raniyyah sangat ultimate. 

Jika Imam Asy-Syaukaniyy masyhur dengan Nail Al-Authar dan Imam Ash-Shan'aniyy viral dengan Subul As-Salam, maka Imam Asy-Sya'raniyy populer dengan Al-Mizan Al-Kubra. Al-Mizan Al-Kubra secara harfiah berarti Pertimbangan yang Agung. Ketiga korpus Islam klasik tersebut bergenre fiqih muqarin alias perbandingan madzhab. Distingsinya terletak pada akar prinsip yang kokoh. Kitab Mizan Imam Asy-Sya'raniyy berbasis metodologi ijtihad yang baku. Sementara Nail Al-Authar dan Subul As-Salam 'seperti sekadar' membanding-bandingkan semata. 

Imam Asy-Sya'raniyy melalui Al-Mizan Al-Kubra membangun narasi yang solutif bagi umat melalui pelbagai sajian fatwa para founding-father dan punggawa-punggawa madzhab. Variasi-variasi ikhtilaf fuqaha dihadirkan oleh Imam Asy-Sya'raniyy sekaligus dalil-dalilnya kemudian umat dibebaskan untuk memilih mana kesimpulan fiqih yang relevan dengan kondisi psikis dan fisik masing-masing. Jadi, perselisihan pendapat justru dimanfaatkan oleh mushannif/muallif kitab Al-Mizan Al-Kubra sebagai alternatif-alternatif.

Imam Asy-Sya'raniyy menulis,

وَيُوَضِّحُ لَكَ ذَلِكَ : أَنْ تَعْلَمَ يَا أَخِي : أَنَّ الشَّرِيعَةَ جَاءَتْ مِنْ حَيْثُ الْأَمْرِ وَالنَّهْيِ عَلَى مَرْتَبَتَيْنِ؛ تَخْفِيفٌ وَتَشْدِيدٌ لَا عَلَى مَرْتَبَةٍ وَاحِدَةٍ كَمَا سَيَأْتِي إِيضَاحُهُ فِي الْمِيزَانِ؛ فَإِنَّ جَمِيعَ الْمُكَلَّفِينَ لَا يَخْرُجُونَ عَنْ قِسْمَيْنِ؛ قَوِيٌّ وَضَعِيفٌ مِنْ حَيْثُ إِيمَانُهُ أَوْ جِسْمُهُ فِي كُلِّ عَصْرٍ وَزَمَانٍ، 

Penjelasan mengenai hal itu ialah hendaknya engkau mengetahui, wahai saudaraku, bahwa Syari'at datang dari sisi perintah dan larangan dalam dua tingkatan, yaitu keringanan (takhfif) dan pemberatan (tasydid), bukan hanya dalam satu tingkatan sebagaimana akan dijelaskan dalam kitab Al-Mīzān ini. Sebab seluruh mukallaf tidak keluar dari dua golongan, yaitu yang kuat dan yang lemah, baik dari sisi imannya maupun tubuhnya pada setiap masa dan zaman. 

فَمَنْ قَوِيَ مِنْهُمْ خُوطِبَ بِالتَّشْدِيدِ وَالْأَخْذِ بِالْعَزَائِمِ وَمَنْ ضَعُفَ مِنْهُمْ خُوطِبَ بِالتَّخْفِيفِ. وَالْأَخْذِ بِالرُّخَصِ وَكُلٌّ مِنْهُمَا حِينَئِذٍ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَتِبْيَانٍ. فَلَا يُؤْمَرُ الْقَوِيُّ بِالنُّزُولِ إِلَى الرُّخْصَةِ وَلَا يُكَلَّفُ الضَّعِيفُ بِالصُّعُودِ إِلَى الْعَزِيمَةِ 

Siapa yang kuat di antara mereka diperintahkan dengan tuntutan yang berat dan mengambil hukum-hukum azimah, sedangkan siapa yang lemah diperintahkan dengan keringanan dan mengambil rukhshah. Masing-masing ketika itu tetap berada di atas Syari'at dari Tuhannya beserta penjelasannya. Oleh karena itu, orang yang kuat tidak diperintahkan turun kepada rukhshah dan orang yang lemah tidak dibebani naik kepada azimah. 

وَقَدْ رُفِعَ الْخِلَافُ فِي جَمِيعِ أَدِلَّةِ الشَّرِيعَةِ وَأَقْوَالِ عُلَمَائِهَا عِنْدَ كُلِّ مَنْ ) عَمِلَ بِهَذِهِ الْمِيزَانِ، وَقَوْلُ بَعْضِهِمْ : إِنَّ الْخِلَافَ الْمُحَقَّقَ بَيْنَ طَائِفَتَيْنِ مَثَلًا ) لَا يَرْتَفِعُ بِالْحَمْلِ .. مَحْمُولٌ عَلَى مَنْ لَمْ يَعْرِفْ قَوَاعِدَ هَذَا الْكِتَابِ؛ لِأَنَّ الْخِلَافَ الَّذِي لَا يَرْتَفِعُ مِنْ بَيْنِ أَقْوَالِ أَئِمَّةِ الشَّرِيعَةِ .. مُسْتَحِيلٌ عِنْدَ صَاحِبِ هَذِهِ الْمِيزَانِ.

Dengan timbangan ini, perselisihan dalam seluruh dalil Syari'at dan pendapat para ulama akan terangkat bagi setiap orang yang mengamalkannya. Adapun perkataan sebagian ulama bahwa perselisihan yang benar-benar terjadi antara dua golongan, misalnya, tidak dapat dihilangkan dengan cara mengompromikannya, maka perkataan itu harus dipahami berlaku bagi orang yang belum mengetahui kaidah-kaidah kitab ini, karena menurut pemilik timbangan ini mustahil terdapat perselisihan yang benar-benar tidak dapat dipertemukan di antara pendapat para imam Syari'at.

فَامْتَحِنْ يَا أَخِي مَا قُلْتُهُ لَكَ فِي كُلِّ حَدِيثٍ وَمُقَابِلِهِ أَوْ كُلِّ قَوْلٍ وَمُقَابِلِهِ تَجِدْ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ مُخَفَّفًا وَالْآخَرُ مُشَدَّدًا وَلِكُلٍّ مِنْهُمَا رِجَالٌ فِي حَالِ مُبَاشَرَةِ الْأَعْمَالِ، 

Maka ujilah, wahai saudaraku, apa yang telah aku katakan kepadamu pada setiap pembicaraan beserta pasangannya/pembandingnya atau setiap pendapat beserta pasangannya/pembandingnya; niscaya engkau akan mendapati bahwa masing-masing dari keduanya pasti salah satunya merupakan bentuk keringanan dan yang lainnya merupakan bentuk pemberatan, dan masing-masing memiliki golongan yang sesuai dengannya dalam keadaan menjalankan amal-amal. 

وَمِنَ الْمُحَالِ أَنْ يُوجَدَ لَنَا قَوْلَانِ مَعًا فِي حُكْمٍ وَاحِدٍ؛ مُخَفَّفَانِ أَوْ مُشَدَّدَانِ، وَقَدْ يَكُونُ فِي الْمَسْأَلَةِ الْوَاحِدَةِ ثَلَاثَةُ أَقْوَالٍ أَوْ أَكْثَرُ أَوْ قَوْلٌ مُفَصَّلٌ؛ فَالْحَاذِقُ يَرُدُّ كُلَّ قَوْلٍ إِلَى مَا يُنَاسِبُهُ وَيُقَارِبُهُ مِنَ التَّخْفِيفِ أَوِ التَّشْدِيدِ حَسَبَ الْإِمْكَانِ، 

Mustahil terdapat bagi kita dua pendapat sekaligus dalam satu hukum yang sama yang keduanya sama-sama berupa keringanan atau sama-sama berupa pemberatan. Terkadang dalam satu masalah terdapat tiga pendapat atau lebih, atau terdapat satu pendapat yang terperinci; maka orang yang cerdas akan mengembalikan setiap pendapat kepada yang sesuai dan paling dekat dengannya dari sisi keringanan atau pemberatan sesuai kadar kemampuan.

082140888638 Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Habib Habaib Hubabah Syarifah Sayyid Nahdlatul Wathan Wahabi Hizbut Tahrir Ikhwanul Muslimin Jama’ah Tabligh    

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.