Jangan Merasa Rugi Bila Asmaul Husna Tidak Berkhasiat | Brilly El-Rasheed | 082140888638
Asmaul Husna memang berkhasiat. Namun jika kita tidak mendapatkan khasiat Asmaul Husna maka jangan bilang Asmaul Husna tidak berkhasiat. Khasiat Asmaul Husna tidak pernah terkalahkan atau terhalangi apapun. Bukan Allah tidak Maha Digdaya tapi kita yang tidak pantas menerima khasiat Asmaul Husna.
Tidak ada yang namanya rugi dalam merapal Asmaul Husna. Sebanyak apapun kita merepetisi Asmaul Husna sesungguhnya kita terhitung banyak memuji Allah. Tidak ada ruginya kita memuji Allah. Ketika kita telah mengulang-ulang Asmaul Husna dalam lisan dan pikiran maka jangan merasa sia-sia ber-Asmaul Husna karena tidak mendapat apa-apa.
Tidak perlu merasa rugi dalam berasnya hanya karena tidak menjadi kaya, sakit masih terasa, bala musibah tidak kunjung sirna, tidak segera lunas utang, lama dapat jodoh atau momongan, tidak kunjung jadi wali, dan lain-lain. Bukan Asmaul Husna tidak berfungsi. Kita saja yang tidak mampu merasakan, atau kita baru mendapatkan manfaat Asmaul Husna di Akhirat, atau kita tidak pantas menerimanya sama sekali, atau Allah beri faedah Asmaul Husna dalam wujud yang berbeda dengan impian kita, atau Allah ampuhkan semua bacaan dzikir Asmaul Husna sebagai penghapus catatan dosa kita yang saking banyaknya, atau kita belum maksimal ber-Asmaul Husna, atau Allah sengaja menguji keistiqamahan keikhlashan kita.
Merasa rugi berAsmaul Husna berarti merasa rugi memuji Allah. Memuji Allah kok merasa rugi? Kita memuji presiden, seleb, gadget, supercar, rumah elit, dan lain-lain, padahal kita tidak dapat keuntungan apa-apa saja tidak merasa rugi bahkan tetap bangga. Kenapa memuji Allah tidak merasa bangga? ‘Sebatas’ bisa memuji Allah saja itu sudah membanggakan. Berarti kita dipilih-Nya. Kita memuji Allah berarti kita mengikuti kebenaran logika.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا سَلَّامٌ -يَعْنِي ابْنَ مِسْكِينٍ -عَنْ أَبِي ظِلَالٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "إِنَّ عَبْدًا فِي جَهَنَّمَ لِيُنَادِي أَلْفَ سَنَةٍ: يَا حَنَّانُ، يَا مَنَّانُ. فَيَقُولُ اللَّهُ لِجِبْرِيلَ: اذْهَبْ فَآتِنِي بِعَبْدِي هَذَا. فَيَنْطَلِقُ جِبْرِيلُ فَيَجِدُ أَهْلَ النَّارِ مُنكبين يَبْكُونَ، فَيَرْجِعُ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيُخْبِرُهُ، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: آتِنِي بِهِ فَإِنَّهُ فِي مَكَانِ كَذَا وَكَذَا. فَيَجِيءُ بِهِ فَيُوقِفُهُ عَلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَيَقُولُ لَهُ: يَا عَبْدِي، كَيْفَ وَجَدْتَ مَكَانَكَ وَمَقِيلَكَ؟ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ شَرَّ مَكَانٍ، شَرَّ مَقِيلٍ. فَيَقُولُ: رُدُّوا عَبْدِي. فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، مَا كُنْتُ أَرْجُو إِذْ أَخْرَجَتْنِي مِنْهَا أَنْ تَرُدَّنِي فِيهَا! فَيَقُولُ: دَعَوْا عَبْدِي
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Musa, telah menceritakan kepada kami Salam bin Miskin, dari Abu Zhilal dari Anas bin Malik , dari Nabi yang telah bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba di dalam Neraka Jahanam berseru selama seribu tahun dengan mengucapkan, "Ya hannan Ya Mannan" (Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, wahai Tuhan Yang Maha Pemberi anugerah). Maka Allah berfirman kepada Jibril, "Pergilah kamu dan bawalah hamba-Ku itu.” Jibril berangkat, dan ia menjumpai ahli neraka dalam keadaan terjungkal seraya menangis. Lalu Jibril kembali menghadap kepada Tuhannya, dan menceritakan kepada-Nya apa yang telah dilihatnya. Allah berfirman, "Bawalah dia kepada-Ku, sesungguhnya dia berada di tempat anu.” Maka Jibril membawa orang tersebut dan memberdirikannya di hadapan Allah Allah berfirman, "Hai hamba-Ku, bagaimanakah kamu jumpai tempat tinggal dan tempat peristirahatanmu?” Si hamba menjawab, "Wahai Tuhanku, benar benar tempat yang buruk dan tempat peristirahatan yang buruk.” Maka Allah berfirman, "Kembalikanlah hamba-Ku (ke tempatnya).” Si hamba berkata, "Wahai Tuhanku, setelah Engkau keluarkan daku dari Neraka, daku sama sekali tidak berharap untuk dikembalikan kepadanya.” Maka Allah berfirman, "Biarkanlah hamba-Ku (jangan masukkan Neraka lagi).”.” [Tafsir Ibnu Katsir]



Post a Comment