Header Ads

Tidak Harus 99 Asmaul Husna Ketika Wirid | Gus Baha (K. H. A. Bahauddin Al-Hafizh bin Nursalim) | 082140888638



Pun kulo terangno. Niki sing ibadah. Wau kulo wau moco teng tafsir-tafsir kados Ibnu Katsir. Asmaul Husna niku katah sing sering disalahpahami. Nyongkone Asmaul Husna itu kan satu sebutan Allah yang 99 yang biasanya ada di mushaf-mushaf, di doa-doa. Asmaul Husna itu nama-nama bagus sing kebetulan, kulo bahasakan, yang kebetulan ada riwayat, itu saja riwayat sing gharibah. Rungokno tenanan niki nggih sampeyan ben ga salah paham. Memang ada nama-nama yang disebut dalam 99. Kulo nggih hafal sampeyan mungkin ya hafal. Tapi itu kan kebetulan disebutkan Nabi lewat riwayat sing gharibah, sing asing. Tapi sebetulnya Asmaul Husna itu lebih umum ketimbang itu, ya, lebih umum ketimbang itu.

Semua sebutan yang baik yang menjadikan kamu nyaman yang menjadikan kamu dekat itu namanya ya alasmail husna. Bahkan lebih baik lagi saat kita tidak menentukan satu bentuk kemudian karena mengakui enggak ideal ini rungokno biar sampean paham. Misalnya begini ya, seperti riwayat-riwayat dari Nabi sampai ulama sampai para habaib itu kalau doa kan dimulai, “Allahumma lakal hamdu kama yambaghi li jalali wajhika wa ‘azhimi sulthanik. Allahumma la uhshi tsana`an ‘alaika Anta kama atsnaita ‘ala nafsika…” itu juga Asmaul Husna. “Ya Allah, Engkau berhak dipuji dengan pujian yang layak sebagai kehormatan atau yang layak dengan kehormatan dan kau layak disanjung kama atsnaita ‘ala nafsika…. la uhshi tsana`an ‘alaika, tapi saya ndak bisa ndak bisa sepuas saya, ndak bisa sesempurna saya memuji engkau. Anta kama atsnaita ‘ala nafsika…. Lakal-hamdu bikulli ma tardha wa lakal-hamdu ba'dar-ridha wakal-hamdu idza radhita.”

Kenapa kata-kata tahmid ini tidak munhashirah nggih? Tidak, tidak, tidak terbatasi. Semua tahmid itu akan sesuai konteksnya. Misalnya Nabi zaman perang kan ngendikan, apa itu ee Alhamdulillah ee, Allahu Akbar shadaqa wa’dah wa nashara ‘abdah wa a’azza jundah wa hazamal-ahzaba wahdah. Dalam masalah hidayat kita mengatakan alhamdulillahilladzi hadana li hadza wa ma kunna linahtadiya lau la an hadanallah. Dalam masalah ngelepas jenazah mungkin khotbah, “Kita alhamdulillah tafarrada bil-baqa`.” Dan sebagainya, dan sebagainya. Sehingga kita gak perlu memaksakan diri membaca Asmaul Husna 99 (dalam memuji Allah).

Sampean cukup lewat satu dua lafazh yang kamu anggap paling nyaman sesuai kata-kata kamu, sesuai maqam kamu. Mulane kados teng manaqib kan Syaikh ‘Abdul-Qadir Al-Jailaniyy itu kalau wiridan tis’atu alfazh, nggih. Di antara Asmaul Husna yang dipakai (beliau) berapa? Tis’atu alfazh. Ar-Rabb Asy-Syahid Al-Muhith, misalnya. Kalau Syaikh Abul-Yazid Al-Busthamiyy berapa itu, disesuaikan dengan tingkat kehadiran Allah di hati para wali-wali itu beda. Paham nggih? Jadi jenengan gak usah memaksakan baca semua pinten? 99 Asmaul Husna. Nggih toh? Ten manaqib, Syaikh ‘Abdul-Qadir Al-Jailaniyy niku nek wiridan beliau itu milih sembilan dari Asmaul Husna. 


Ditranskrip oleh H. Brilly El-Rasheed, M.Pd. dari rekaman pengajian Gus Baha di channel Basuh Hati https://www.youtube.com/watch?v=UbS6Bo1_MQc



Asmaul Husna Universe merupakan lembaga pusat pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan [pusdiklatlitbang] Asmaul Husna. Asmaul Husna Universe berkantor di Jl. Hayam Wuruk no. 1, RT. 03 RW. 05, Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, 62253. Untuk kerjasama bisa melalui 082140888638 atau asmaulhusnauniverse@gmail.com. Harga all varian buku saku lipat harmonika Asmaul Husna @Rp 3.000,- [disc. up to 50 %]. Dukung pendirian Asmaul Husna World, sebuah permanent exhibition media pembelajaran dan artefak Asmaul Husna gratis.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.