Header Ads

Allah Tetap Maha Adil Meski Memberi Musibah Di Luar Kemampuan Kita | Brilly El-Rasheed | 082140888638

082140888638 Souvenir Islami Murah Mewah Asmaul Husna
082140888638 Souvenir Islami Murah Mewah Asmaul Husna


Allah tetap Maha Adil meski Allah beri musibah di luar kemampuan manusia. Firman-Nya, “La yukallifuLlah nafsan illa wus’aha,” bukan dalil Allah tidak menimpakan musibah hingga manusia tidak mampu. Ayat tersebut sebenarnya dalil beban Syari’at bukan beban hidup. Jadi Wahyu tadi maknanya ialah Allah tidak membebankan Syari’at kepada siapapun kecuali sesuai kemampuannya. Lagi pula, kalaupun Allah menjatuhkan beban hidup yang di luar batas kemampuan tidak membuat Asmaul Husna Al-’Adl dan Al-Muqsith batal atau copot karena Dialah Pencipta dan Pemilik kita. Jadi terserah Dia kita mau diapakan, namanya juga Pencipta dan Pemilik. Semua musibah yang ditimpakan Allah ke kita pun di luar kemampuan. Siapa yang mampu menahan jerawat tumbuh, rambut rontok, mata kelilipan, tersedak, cegukan, tersandung, dll. 

Kita sebagai hamba Allah selain beriman juga tertuntut untuk takut dan harap kepada Allah terkait Asmaul Husna. Khaufan wa thama’an. Raghaban wa rahaban. Takut kalau-kalau Allah tidak memberikan keajaiban Asmaul Husna kepada kita. Sekaligus, berharap Allah pasti memberikan keajaiban kepada kita sesuai Asmaul Husna. Takut di sini bukan berarti pesimis kepada Allah tapi pesimis kepada diri sendiri. Jangan-jangan kita dibenci Allah sehingga kita tidak ditolong oleh-Nya. Harap di sini bukan berarti optimis kepada diri sendiri tapi optimis kepada Allah. Dia menolong kita bukan karena kita layak ditolong tapi Allah memang ingin menolong. 

Tidak perlu merasa rugi dalam ber-Asmaul Husna hanya karena tidak menjadi kaya, sakit masih terasa, bala musibah tidak kunjung sirna, tidak segera lunas utang, lama dapat jodoh atau momongan, tidak kunjung jadi wali, dan lain-lain. Bukan Asmaul Husna tidak berfungsi. Kita saja yang tidak mampu merasakan, atau kita baru mendapatkan manfaat Asmaul Husna di Akhirat, atau kita tidak pantas menerimanya sama sekali, atau Allah beri faedah Asmaul Husna dalam wujud yang berbeda dengan impian kita, atau Allah ampuhkan semua bacaan dzikir Asmaul Husna sebagai penghapus catatan dosa kita yang saking banyaknya, atau kita belum maksimal ber-Asmaul Husna, atau Allah sengaja menguji keistiqamahan keikhlashan kita.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Musa, telah menceritakan kepada kami Salam bin Miskin, dari Abu Zhilal dari Anas bin Malik , dari Nabi yang telah bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba di dalam Neraka Jahanam berseru selama seribu tahun dengan mengucapkan, "Ya hannan Ya Mannan" (Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, wahai Tuhan Yang Maha Pemberi anugerah). Maka Allah  berfirman kepada Jibril, "Pergilah kamu dan bawalah hamba-Ku itu.” Jibril berangkat, dan ia menjumpai ahli neraka dalam keadaan terjungkal seraya menangis. Lalu Jibril kembali menghadap kepada Tuhannya, dan menceritakan kepada-Nya apa yang telah dilihatnya. Allah  berfirman, "Bawalah dia kepada-Ku, sesungguhnya dia berada di tempat anu.” Maka Jibril membawa orang tersebut dan memberdirikannya di hadapan Allah  Allah berfirman, "Hai hamba-Ku, bagaimanakah kamu jumpai tempat tinggal dan tempat peristirahatanmu?” Si hamba menjawab, "Wahai Tuhanku, benar­ benar tempat yang buruk dan tempat peristirahatan yang buruk.” Maka Allah  berfirman, "Kembalikanlah hamba-Ku (ke tempatnya).” Si hamba berkata, "Wahai Tuhanku, setelah Engkau keluarkan daku dari Neraka, daku sama sekali tidak berharap untuk dikembalikan kepadanya.” Maka Allah  berfirman, "Biarkanlah hamba-Ku (jangan masukkan Neraka lagi).”.” [Tafsir bin Katsir]

Firanda Syafiq Khalid Yazid Jawas Amir Abdat Utsaimin Bin Baz Albani Fauzan Riyadh Bajrey Oemar Mita Aa Gym Das’ad Latif Subhan Bawazier Nuzul Dzikry Abduh Tuasikal Erwandi Mubarok Bamualim Badrusalam Aris Munandar Sufyan Fuad


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.