Header Ads

Ini Nalar Kenapa Asmaul Husna Banyak dan Bervariasi | Brilly El-Rasheed | 082140888638

 

082140888638 Buku Asmaul Husna Souvenir Flash Card Lipat Harmonika
082140888638 Buku Asmaul Husna Souvenir Flash Card Lipat Harmonika

Sayyidina Muhammad sebagai individu paling kenal Allah Azh-Zhahir dibanding seluruh manusia, secara default [thabi’iyy], sangat berhasrat tidak ada satupun yang mencurigai-Nya. Beliau punya ambisi kuat ingin seluruh penghuni bumi sepanjang masa mengimani dan mengamini Allah Al-Mu`min. Dia tidak pernah menciptakan manusia satu ‘warna’. Dia merancang segala sesuatu berbeda secara distingtif. 

Allah Al-Mujib meng-ada-kan insan di permukaan dunia dengan berbagai ragam persis seperti bahan-bahan masakan. Setiap ada individu yang mengkhayalkan Islam menjadi satu-satunya agama yang dipeluk, Allah akan selalu memberikan pelajaran bahwa makhluq bernyawa-berakal tidak akan pernah satu. Entah berbeda, entah berkonfrontasi. Entah berselisih, entah berseteru. Konflik horizontal akan terus bergulir seiring bergulirnya jarum jam baik sekecil dzarrah sampai sebesar buana.

Allah Al-Jamil berfirman,

{وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لآمَنَ مَنْ فِي الأرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ [99] وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ [100] }

“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu [hendak] memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” [QS. Yunus: 99-100]


082140888638 Poster Asmaul Husna Lipat Harmonika Souvenir Flash Card
082140888638 Poster Asmaul Husna Lipat Harmonika Souvenir Flash Card


SunnatuLlah ini mesti kita sadari sebagai realitas sosial. Kita harus ingat betul bahwa manusia itu seperti bahan-bahan masakan. Allah Al-Khaliq tidak pernah memunculkan dari tanah satu rupa saja; dan semua kebutuhan perut Bani Adam dari tanah; buah dan sayur. Hewan darat, air, udara; semuanya hidup -sebagai asupan nutrisi manusia- berasal dari tanah. Semua tumbuhan dan binatang sangat bervariasi. Fisik dan psikis humanis sulit untuk ideal bila vegetarian saja atau hanya nonvegetarian. 

Tidak terbayangkan dalam benak kita andaikata semua bahan masakan tidak beraneka rasa: asin, manis, pahit, asam, hambar, pedas, empuk, kenyal, keras, padat, lumer, panas, dingin, dan lain-lain. Berkat semua bahan konsumsi manusia bermacam-macam itulah lidah merasakan sensasi dan pikiran merasakan impresi. Bisa kita imajinasikan bagaimana tidak enaknya satu hari penuh hanya makan nasi dan air saja tanpa apapun; tidak akan puas maupun kenyang.

Segetol apapun kita berdakwah akan tetap ada makhluq-makhluq bengal. Seserius apapun kita menggerakkan masjid dan majelis akan selalu ada personal-personal nakal. Kita pun ingat bahwa semua kita adalah ahli maksiat hanya berbeda-beda saja maksiatnya sekalipun kita ‘alim atau shalih. Sekadar su`uzh-zhann itu dosa, sebatas menghardik itu dosa, semata ‘ujub itu dosa; walau sedetik. Kita berazzam untuk menjadikan Islam masuk ke semua qalbu sepanjang waktu namun apa daya Allah tidak menghendaki itu.

Kekecewaan pasti menjejali nafas-nafas kita karena masing-masing punya idealisme dan imajinasi. Kita mesti menerima kenyataan manakala tidak ingin hancur oleh kekecewaan. Biarlah Allah punya jalan, kita hanya bertugas menyampaikan. Keputusan Allah atas masing-masing individu, kita kira ada yang buruk, tidak, semuanya baik untuk algoritma semesta. Allah sengaja mentaqdirkan oknum-oknum bejat: koruptor, pezina, penjudi, pemabok, pembunuh, penipu, penimbun, pelakor-pebinor, penghasut, penjilat, pemalas, dan lain-lain, adalah demi stabilitas kehidupan dunia-Akhirat. Kalau Neraka kosong, lalu para malaikat penjaga Neraka cari lowongan kerja di mana?

Kita berdakwah, berdakwah saja, tidak usah memaksakan ataupun hanya ingin publik auto hijrah. Mustahil. Secinta-cintanya fans terhadap kita selaku pendakwah, pasti banyak yang tidak dia sepakati dari apa yang kita sampaikan. Beda otak beda kehendak. Beda logika beda selera. Beda pikiran beda kepentingan. Beda pendapatan beda pendapat. Beda nalar beda prioritas.

Amat banyak masjid yang diuji Allah Al-Jabbar dengan keberadaan takmir atau jama’ah yang toxic. Manusia ‘ulat’ selalu ada di semua komunitas. Allah Al-Jami’ sengaja meng-ada-kan oknum pelaku kerusuhan di tengah atmosfer kebaikan. Alhasil banyak masjid yang semula makmur dengan kegiatan menjadi bak kuburan pada umumnya. Masjid sepi aktivitas kecuali shalat fardhu berjama’ah, itupun tanpa kehangatan ukhuwwah. Tidak ada lagi majelis taklim apalagi dars kitab. Itu terjadi kalau kita nuruti sentimen, kecewa, benci, su`uzhzhann, membalas keburukan dengan keburukan, jaga gengsi. “Buat apa penceramah tersebut, dia aja ga baik sama keluarganya, dia aja pernah ngambil uang kas masjid, dia aja sering ngerokok, anak saya saja dijewer kupingnya karena berisik, dll.”

082140888638 Poster Asmaul Husna Lipat Harmonika Souvenir Flash Card
082140888638 Poster Asmaul Husna Lipat


Kalau kita berdakwah menunggu semua orang setuju, menanti semua orang suka, mengharap tidak ada satupun orang yang kontra dengan kita atau sekadar ada perasaan tidak nyaman dengan kita, maka masjid-masjid, pesantren-pesantren, majelis-majelis akan libur semuanya. Kalau kita baru mau menerima dakwah jika pendakwahnya sempurna, sesuai selera kita, tidak punya salah apapun kepada kita, maka kita tidak akan pernah mau menyimak dakwah. 

Tidak ada manusia sempurna. Semua manusia pasti punya rekam jejak kesalahan walaupun sudah taubat. Efek maksiat pun bisa jadi tetap ada pasca hijrah. Sejak zaman Nabi Adam sampai Kiamat, manusia buruk akan tetap ada -walau satu-dua menit- di tengah-tengah komunitas manusia baik. Sosok-sosok pendosa senantiasa ada, hanya berbeda-beda saja dosanya, kecil atau besar, sembunyi atau terang-terangan. 

Jika kita menjadi baik menunggu orang-orang baik berarti kita masih belum baik karena kita tergantung kepada manusia bukan tergantung kepada Allah. Masakan menjadi enak karena ada bahan yang berasa asin, manis, pahit, asam, hambar, pedas, empuk, kenyal, keras, padat, lumer, panas, dingin, dan lain-lain. Perpaduan aneka macam kepribadian manusia menjadikan kehidupan ini indah. Orang-orang shalih bisa jadi dapat rizqi dengan keberadaan orang-orang thalih. Kita yang ahli taat sering kali dapat keuntungan dari kelakuan ahli maksiat. Ibadahpun banyak yang tidak bisa dilakukan jika tidak ada pecinta dunia. 

Dari sini, kita menjadi tahu hikmah kenapa Asmaul Husna milik Allah jumlahnya banyak, tidak terbatas, dan bervariasi. Bahwa manusia disetting Allah punya rasa bosan. Dengan banyaknya Asmaul Husna, manusia mendapatkan refreshment sehingga tidak bosan dalam menyebut-nyebut Allah. Andai Asmaul Husna tidak ada dan Allah hanya bernama Allah saja, maka manusia mungkin susah mengenal-Nya dan mengenali-Nya. Manusia secara default pasti terjebak logika bahasa. Nama Allah itu sendiri adalah isim ‘alam (proper name) dan tidak ada terjemahannya. Asmaul Husna yang jumlahnya tidak terbatas membuat kita sadar bahwa Allah bisa kita harap-harapkan, kita takuti, kita cintai, kita teladani, kita tunduki sesuai masing-masing Asmaul Husna. Pun, dengan bervariasinya Asmaul Husna, kita jadi cukup hanya dengan Allah, tidak butuh tuhan-tuhan lain, karena Allah sudah ‘all in one’ atau ‘one stop need & doa’.

082140888638 Poster Asmaul Husna Lipat Harmonika Souvenir Flash Card
082140888638 Poster Asmaul Husna Lipat

Asmaul Husna Universe merupakan lembaga pusat pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan (pusdiklatlitbang) Asmaul Husna. Asmaul Husna Universe berkantor di Jl. Hayam Wuruk no. 1, RT. 03 RW. 05, Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, 62253. Untuk kerjasama bisa melalui 082140888638 atau asmaulhusnauniverse@gmail.com. Harga all varian buku saku lipat harmonika Asmaul Husna @Rp 3.000,- (disc. up to 50 %). Dukung pendirian Asmaul Husna World, sebuah permanent exhibition media pembelajaran dan artefak Asmaul Husna gratis.

Oleh Ustadz H. Brilly El-Rasheed, S.Pd., M.Pd., C.Ed. (Founder Asmaul Husna Universe)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.