Header Ads

Ramadhan Bulan Al-Qur`an, Al-Hadits dan Asmaul Husna | Brilly El-Rasheed | 082140888638

Kajian Online Majelis Pemuda Cahaya Ilahi 082297657991

 

Majelis Taklim Pemuda dan Remaja Cahaya Ilahi (MTPRCI) menghadirkan Ustadz Brilly El-Rasheed (UBER). Dalam kajian via Google Meet komunitas daring yang didirikan Akhi Asrul Ardiansyah, UBER mengangkat tema Ramadhan Bulan Al-Qur`an dan Al-Hadits. Event online ini dimoderatori Akhi Muhammad Azhar, sesi tilawah Al-Qur`an oleh Ukhi Sadia dan sesi pembacaan shalawat oleh Ummi Tari. Kegiatan Safari Dakwah Ramadhan ini diselenggarakan pada 8 Maret 2026 atas kerjasama MTPRCI dengan tiga komunitas lainnya yakni MTDSCB, Abidah, dan RI. Berikut naskah taushiyyah yang akan disampaikan UBER.

Ramadhan Bulan Al-Qur`an. Sebetulnya Ramadhan adalah Bulan Nuzulul-Qur`an. Frasa Ramadhan Bulan Al-Qur`an multitafsir. Faktanya Rasulullah pada bulan Ramadhan tidak hanya sibuk dengan Al-Qur`an tapi juga ibadah lainnya. Sehingga wajar saja bila ada adagium Ramadhan Bulan I’tikaf, Ramadhan Bulan Shalat, Ramadhan Bulan Jihad, Ramadhan Bulan Kuliner, Ramadhan Bulan Taqwa, Ramadhan Bulan Sabar, Ramadhan Bulan Berbagi, Ramadhan Bulan Doa, Ramadhan Bulan Asmaul Husna, dan lain-lain. 

Sudah benar sebutan Ramadhan Bulan Al-Qur`an. Yang tidak benar adalah manakala dalam bulan Ramadhan kita menyalah-nyalahkan orang lain yang sibuk ibadah selain kaitannya dengan Al-Qur`an. Ibadah sangat banyak spektrumnya. Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an” [QS. Al-Baqarah: 185]

Semangat Ramadhan Bulan Al-Qur`an sangat luas dimensinya seluas dimensi ‘ulumul-Qur`an. Imam As-Suyuthiyy, dalam Al-Itqan, menyebutkan sekitar 80 cabang, sementara dalam karya lainnya, At-Tahbir, beliau menyebutkan 100 cabang. Badruddin Az-Zarkasyiyy, dalam Al-Burhan, bahkan merinci hingga 160-an cabang. Ketika kita mengkampanyekan Ramadhan Bulan Al-Qur`an, maksudnya kita memfokusi Al-Qur`an dalam hal apanya? Ramadhan Bulan Tilawah Al-Qur`an, Ramadhan Bulan Tadabbur Al-Qur`an, Ramadhan Bulan Tahfizh Al-Qur`an, Ramadhan Bulan Waqaf Al-Qur`an, dan lain-lain. 

Kita mempopulerkan istilah Ramadhan Bulan Al-Qur`an, apakah maksudnya kita selama 29 atau 30 hari Bulan Suci tidak mengalokasikan waktu, tenaga, pikiran, dana untuk selain Al-Qur`an? Realitanya, Puasa Ramadhan baru diwajibkan pada tahun 2 Hijriyyah. Nabi hijrah sekira 13 tahun setelah bi’tsah. Nabi wafat pada tahun 11 Hijriyyah. Nabi menjalani ibadah Ramadhan hanya 9 kali. Apakah dalam 9 kali Bulan Suci Nabi hanya konsentrasi ibadah tadarrus Al-Qur`an? 

Benar bahwa pada tahun Nabi wafat, saat Ramadhan, Nabi setor hafalan Al-Qur`an kepada Malaikat Jibril sebanyak dua kali. Namun, yang belum kita ketahui apa saja amalan Nabi dalam 8 kali Ramadhan sebelumnya. Dalam bulan Ramadhan tidak hanya harus tadarrus. Tadarrus Al-Qur`an sendiri bukan sebatas mengeja huruf demi huruf agar nyaman didengar. Tadarrus sebenarnya semakna dengan tadabbur, tafahhum, tafaqquh. Membaca Al-Qur`an secara bergantian/berurutan/tektokan dalam sebuah majelis luring maupun daring pun termasuk tadarrus.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ يَعْرِضُ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعَرَضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِى الْعَامِ الَّذِى قُبِضَ ، وَكَانَ يَعْتَكِفُ كُلَّ عَامٍ عَشْرًا فَاعْتَكَفَ عِشْرِينَ فِى الْعَامِ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ

“Jibril itu (saling) belajar Al-Qur’an dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap tahun sekali (khatam). Ketika di tahun beliau akan meninggal dunia dua kali khatam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pula beri’tikaf setiap tahunnya selama sepuluh hari. Namun di tahun saat beliau akan meninggal dunia, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” [Shahih Al-Bukhariyy no. 4998]

Dalam buku Bongkar Trik Para Ulama Salaf Khatam 8 Kali Sehari, saya (Brilly) menyebutkan data-data historis generasi Salaf dulu pada bulan Ramadhan maupun selainnya banyak yang intens sekali melafazhkan Wahyu Allah 30 juz sehari khatam dan setiap hari. Bukan sebatas one day one juz. Imam Asy-Syafi’iyy khatam 2 kali sehari selama Bulan Suci. 8,5 jam x 2 = 17 jam. Padahal sehari hanya 24 jam.

Apakah yang kita maksud Ramadhan Bulan Al-Qur`an berarti harus seperti mereka, sehari khatam-sehari khatam, sampai 30 hari? Padahal sepanjang kalender puasa wajib, kita harus tetap menafkahi keluarga, mendidik anak, membersihkan perabot rumah, memasak untuk sahur & buka, pulang-pergi kerja atau berdagang, sekolah, berak-kencing, mencuci pakaian dan sprei serta gorden, membakar sampah, menyapu halaman, merawat tanaman, membantu orang sakit, mengurus jenazah bila ada yang wafat, dan lain-lain.

Turunnya Wahyu pertama yaitu Iqra` pada Bulan Ramadhan 13 tahun sebelum hijrah. Pensyari’atan adzan pada Bulan Ramadhan, tepat pada tahun 1 Hijriyyah. Perang Badar pada Bulan Puasa, tepat pada tahun 2 Hijriyyah. Penggalian parit untuk menghadapi Perang Khandaq atau Ahzab pada Bulan Al-Qur`an, tepat pada tahun 5 Hijriyyah. Fat-hu Makkah pada Bulan Suci, tepat pada tahun 8 Hijriyyah. Perang Tabuk selesai pada Bulan Sabar, tepat pada tahun 9 Hijriyyah.

Ibu kita Khadijah wafat pada 11 Ramadhan tahun ke-10 masa kenabian. Ibu kita ‘Aisyah wafat pada 17 Ramadhan 58 Hijriah. Ibu kita Fathimah wafat pada 3 Ramadhan 11 Hijriah selang enam bulan setelah meninggalnya Rasulullah. Bapak kita ‘Aliyy bin Abi Thalib wafat terbunuh pada 21 Ramadhan 40 Hijriah. Imam Al-Bukhariyy dan Imam Ibnu Majah wafat pada bulan Ramadhan, tepat pada tahun 256 Hijriyyah dan 273 Hijriyyah. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 9 Ramadhan 1334 Hijriyyah.

Banyak sekali amalan yang bisa kita tekuni selama Bulan Kebaikan. Kita sesuaikan amal kita dengan kapasitas kita masing-masing. Intinya, Ramadhan mesti kita penuh-penuhi dengan kebaikan; mahdhah maupun ghairu mahdhah. Sangat disayangkan bilamana Ramadhan hadir sementara qalbu kita tidak hadir. Qalbu tidak hadir artinya tidak menyadari. Semua pelaku maksiat, sekecil apapun, pasti qalbunya sedang tidak hadir. Entah kemana.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.